Palembang, Sumselupdate.com – Adanya kasus penusukan salah satu mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang beberapa hari lalu, Polresta Palembang melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, Rabu (9/8) malam.
Sebanyak 8 orang mahasiswa yang diduga mengetahui kejadian penusukan Eza Tri Andy (23) diperiksa di Mapolresta Palembang.
“Sudah diperiksa semalam. Delapan orang, kita periksa sebagai saksi,” kata Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono didampingi Kasat Reskrim Yon Edi Winara, Kamis (10/8/2017).
Ia mengaku pemeriksaan itu terkait melengkapi proses penyidikan. Salah satu diperiksa adalah Ramadani yang diduga merupakan pelaku penusukan.
“Masih kurang lengkap pemeriksaannya. Ramadani ada. Kita belum menetapkan siapa tersangka, karena semalam sempat terjadi ribut-ribut diantara mereka,” ungkapnya.
Karena dinilai sudah terlalu ramai (akibat cek-cok antara kelompok Eza dan Ramadani), maka tim penyidik mengembalikan semua saksi. Demi antisipasi terjadinya hal yang tak diinginkan, tim Polresta Palembang pun mengantar semua saksi hingga kembali kerumahnya masing-masing.
“Kita sudah bicarakan, sudah ada upaya dari universitas untuk memediasi keduabelah pihak. Tapi kasus ini tetap akan berlanjut,” jelasnya.
Wahyu mengungkapkan, dirinya sudah bertemu dengan Rektor UIN dan membahas terkait hal itu. “Kita memang ada pembahasan mengenai adanya permasalahan itu dan minta ditangani secara professional. Kita tidak memberikan keringanan atas proses hukum ini, tapi ditindaklanjuti seperti seharusnya,” terang Wahyu.
Ditambahkan Yon, hari ini sudah ada sebanyak 17 saksi diperiksa atas kasus tersebut. “Sudah ada 17 saksi dari kedua belah pihak termasuk Ramadani ini,” kata dia.
Ia mengatakan ke-17 saksi yang diperiksa itu semuanya masih dalam status diperiksa. “Belum ada tersangka tapi semua ke 17 ini sudah kita pulangkan,” tegasnya. Pihaknya pun akan segera memanggil dosen yang akan dimintai keterangannya.
“Akan kita panggil pihak kampus (salah satu dosen) untuk dimintai keterangannya. Permasalahan ini akan kita dalami lagi,” tandasnya. (tra)











