Jakarta, Sumselupdate.com – Indonesia telah mengekspor sebanyak 4.077 ton durian beku ke China sejak awal tahun tadi. Indonesia berhasil mengantongi setidaknya Rp377,5 miliar.
Dikatakan Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Sahat M. Panggabean, saat menghadiri pelepasan ekspor durian beku di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Kamis (16/4), keberhasilan Indonesia menembus pasar China menjadi keberhasilan bersama dan juga berkah buat petani durian di Indonesia.
“Keberhasilan ekspor durian menembus pasar China adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi kita semua. Sampai hari ini, sudah 151 kontainer diberangkatkan ke China,” kata Sahat M. Panggabean.
Akses langsung durian beku Indonesia ke pasar China resmi terbuka setelah tercapainya kesepakatan protokol ekspor sebagai salah satu bentuk kerja sama ekonomi kedua negara yang dicapai dalam kunjungan Perdana Menteri China Li Qiang ke Jakarta pada Mei tahun lalu.
Ekspor perdana kemudian dilakukan pada Desember 2025 dan berlanjut hingga saat ini. Terbaru, Barantin melepas total 459 ton durian beku asal Sulawesi Tengah pada Kamis.
Kerja sama ini dinilai menguntungkan petani lokal karena memangkas waktu logistik. Sebelumnya, dibutuhkan waktu 56 hari untuk sampai ke China, tetapi kini, hanya diperlukan waktu 22 hingga 26 hari. Dengan demikian, hal ini akan menguntungkan arus kas petani dan memangkas beberapa biaya lainnya.
Baca juga : Perampok Hadang Truk Durian di Empat Lawang, Satu Pelaku Ditembak Polisi saat Kabur!
Dengan konsumsi domestik yang besar, Barantin menargetkan Indonesia dapat mengambil 5 hingga 10 persen dari pangsa pasar durian China. Jika target itu tercapai, Indonesia berpotensi meraup tambahan devisa sekitar Rp6,4 triliun hingga Rp12,8 triliun per tahun.
Selain memangkas biaya logistik, Kepala Badan Karantina Sulawesi Tengah Alfian mengatakan ekspor durian ke China menawarkan peluang keuntungan besar bagi petani karena harganya cenderung lima hingga tujuh kali lipat lebih tinggi dibandingkan harga di dalam negeri.
Baca juga : Durian Tembaga Super Bangka Barat Sudah Tercatat Sebagai Sumber Daya Genetik
Saat ini, sudah terdapat delapan rumah pengemasan durian beku yang telah mengantongi izin ekspor dari otoritas China, dengan tujuh di antaranya berada di Sulawesi Tengah. Wilayah ini memang sejak lama terkenal sebagai sentra penghasil durian di Indonesia dengan potensi produksi hingga 95.140 ton pada tahun lalu. Beberapa durian lokal, seperti jenis Bawor, Super Tembaga, dan Namlung, disebut memiliki rasa manis dan aroma kuat yang disukai konsumen China. (**)











