Sebelum Menggorok Leher Tetangganya, Feri Prima Minta Bantuan Dukun, Begini Ceritanya

Tersangka Feri Prima diinterograsi petuguas unit 1 Subdit III Jatanras Polda Sumsel, Jumat (14/1/2022).

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Kasus pembunuhan Rangga (22) yang tubuhnya ditemukan dengan kondisi leher tergorok dan telah dipenuhi belatung di dalam rawa di Jalan Karyajaya-Kayuare dekat SPBU Karyajaya pada Selasa (10/3/2015) sekitar pukul 17.35 silam, menarik untuk disimak.

Read More

Pasalnya, sebelum melakukan pembunuhan sadis tersebut, ternyata tersangka Feri Prima alias Kocok (25), warga Jalan Sriwijaya Raya, Km 13, Kelurahan Karyajaya, Kecamatan Kertapati Palembang, terlebih dahulu mendatangi dukun.

Feri Prima meminta bantuan dukun guna mencari tahu ciri-ciri pelaku pencurian yang telah membobol warung milik ibunya.

Dari hasil penerawangan orang pintar yang berada di kawasan Plaju Palembang itu, ciri-ciri pelaku pencurian mengarah ke korban Rangga.

“Saya tahu kalau Rangga yang mencuri di warung ibu saya setelah saya mendapatkan ciri-ciri dari dukun yang saya temui di daerah Plaju,” ungkapnya.

Nah, setelah mendapatkan ciri-ciri pelaku pencurian tersebut, Feri Prima bersama kakak kandungnya berinisial YJ yang kini buron, menjemput korban Rangga dan membawanya ke tepian hutan di kawasan perbatasan Karyajaya dan Kayuare OKI.

Saat di tempat kejadian perkara (TKP) korban sempat mengakui telah melakukan pencurian hingga ibu tersangka kehilangan barang dagangan dan uang sebesar Rp2 juta.

“Korban saat itu sudah ngaku. Tapi karena sudah kesal kami bertiga sempat berkelahi. Korban kami bacok berkali-kali. Setelah tergeletak saya gorok lehernya dari belakang,” ujar Feri Prima.

Menurut Feri, usah membacok tubuh dan menggorok leher korban, kedua pelaku meninggalkan korban begitu saja.

“Korban kami tinggalkan begitu saja, kami tidak tahu apakah sudah mati atau belum, parang itu saya buang di rawa rawa,” katanya lagi.

Usai menghabisi seterunya, Feri Prima dan kakak kandungnya lari terpisah. Feri mengaku melarikan diri dan bersembunyi di Kota Prabumulih selama dua bulan.

Di Kota Nanas itu, dia mengaku berprofesi sebagai sopir truk. Setelahnya dia berpindah ke daerah Tanggerang berpofesi sebagai penjahit selama satu tahun.

Kemudian, berpindah lagi wilayah Lampung dan bekerja sebagai tukang potong kayu di salah satu sawmil.

Feri mengaku, usai peristiwa pembunuhan itu, tepatnya di Kota Prabumulih, dia sering bermimpi korban.

Di dalam mimpi itu, korban sering memanggil-manggil namanya.

Namun sepandai-pandainya tupai melompat pasti jatuh juga. Begitu juga dengan Feri Prima. Setelah tujuh tahun buron dari kejaran kepolisian, akhirnya langkah Feri terhenti di ujung pistol petugas.

Tersangka diringkus dan dilumpuhkan unit 1 Subdit III Jatanras Polda Sumsel di tempat persembunyiannya di Provinsi Lampung pada Selasa (11/1/2022).

Dalam penyergapan itu, petugas melumpuhkan tersangka Feri Prima dengan timah panas pada tumit kanan dan betis sebelah kiri lantaran melawan saat diciduk. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.