Sebelum Ditemukan di Dalam Cor Semen, Korban Sempat Dinyatakan Hilang Tiga Pekan

Jumat, 25 Oktober 2019
Penemuan mayat dicor semen (Raja Adil Siregar/detikcom)

Palembang, Sumselupdate.com – Penemuan mayat seorang perempuan di TPU Kadang Kawat, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), membuat geger masyarakat.

Mayat itu disebut merupakan wanita bernama Aprianita (51) yang dilaporkan hilang tiga pekan lalu.

Read More

Pantauan detikcom, mayat itu ditemukan terkubur di makam tua. Saat ditemukan, makam dalam kondisi sudah dicor semen.

“Iya inilah dia (Aprianita), saya yakin ini adik saya,” kata kakak kandung korban, Herianto saat menggali makam korban, Jumat (25/10/2019).

Mayat itu ditemukan setelah Subdit 3 Jatanras Unit I melakukan penyelidikan selama tiga minggu terakhir.

Saat ditemukan, kondisi mayat telah membusuk walau masih mengenakan pakaian lengkap.

“Masih pakai pakaian, ini pakaian adik saya. Ini pakai jilbab,” kata Heri.

Aprianita sendiri awalnya dilaporkan hilang. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengamankan dua orang yang kini sudah ditahan.

Kasubdit Jatanras, AKBP Yudhi Suhariadi dan Kanit I Kompol Antoni Adhi mengatakan, posisi mayat ditemukan dengan kaki tertekuk. Dia belum menjelaskan detail penyebab tewasnya Aprianita.

“Diduga kuat korban, ini posisi dikubur juga tidak selayaknya. Kaki tertekuk di dalam,” kata Yudhi.

Sementara itu, otak pelaku pembunuhan korban akhirnya berhasil ditangkap. Pelaku, yang bernama Yudi. Kepada polisi mengaku membunuh karena masalah utang.

“Masalah utang, saya ada utang Rp 100 juta. Utang itu bisnis jual-beli mobil dan kendaraannya tidak ada,” ujar Yudi ketika ditemui di Subdit Jatanras Polda Sumsel, Jumat (25/10/2019).

Karena terus ditagih, pelaku kemudian panik. Ia berdiskusi dengan temannya hingga direncanakanlah pembunuhan pada 9 Oktober lalu.

“Tanggal 9 itulah dia nanya soal uang, karena nggak ada saya diskusi sama Novi. Malam itu kami rencanakan dia (korban) dibunuh,” katanya.

Aksi pembunuhan sendiri terjadi pada malam hari sekitar pukul 20.30 WIB. Setelah tewas, korban pun langsung dikubur dan dicor semen. Yudi melakukan dalam melaksanakan aksinya dia dibantu Novi dan Iyas.

“Saya bawa mobil, Novi, Amir dan Iyas yang jerat pakai tali dalam mobil. Siap itu dikubur di Kandang Kawat, aku tidak ikut ngubur,” kata Yudi.

Versi Yudi, aksi pembunuhan ini dilakukan empat orang, yaitu Yudi, Novi, Amir, dan Iyas. Dari empat orang itu, Yudi dan Iyas sudah diciduk sedangkan Novi dan Amir masih diburu.

Keempat orang itu punya peran dalam aksi ini, sedangkan Yudi merupakan otak pembunuhan.

Aprianita dilaporkan hilang 3 pekan lalu pada 9 Oktober 2019. Jasad Aprianita baru ditemukan pada Jumat (25/10) dalam kondisi sudah dicor semen di TPU Kandang Kawat.

Keluarga korban yang menyaksikan pembongkaran dan melihat Yudi datang terlihat histeris. Mereka mengaku apa yang dilakukan Yudi sangat kejam dan tak berperikemanusiaan. (dtc/hyd)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts