Sebelum Dicokok, I Putu Sudiartana Sempat Berbuka Puasa Bersama dengan KPK

I Putu Sudiartana

Jakarta, Sumselupdate.com – Informasi penangkapan anggota Komisi III DPR, I Putu Sudiartana cepat menyebar. Berbagai cerita sebelum Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK menyeruak.

Salah satunya dari rekan I Putu Sudiartana di Komisi III DPR RI, yakni Masinton Pasaribu.

Bacaan Lainnya

Masinton mengaku mendapatkan informasi anggota Komisi III yang tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah I Putu Sudiartana dari Fraksi Partai Demokrat.

“Betul Bung (I Putu Sudiartana),” kata Masinton seperti dilansir republika.co,id, Rabu (29/6).

Masinton mengaku menerima informasi itu melalui grup pesan instan Whatsapp Komisi III DPR RI.

“Tadi bangun tidur kaget mendapat informasi operasi tangkap tangan anggota Komisi III dan info tersebut terkonfirmasi saat baca Whatsapp group Komisi III,” kata Masinton.

Dia menyampaikan Putu Sudiartana beserta sejumlah pimpinan Komisi III DPR RI pada Selasa (28/6) petang masih sempat menghadiri undangan buka puasa bersama KPK. Masinton mengaku prihatin atas operasi tangkap tangan terhadap Putu Sudiartana.

“Saya prihatin dan sangat menyayangkan karena jika benar penangkapannya, maka Putu melakukan kegiatan di luar tugas pokok dan fungsinya sebagai anggota Komisi III yang membidangi hukum dan HAM,” ujar Masinton.

Sementara itu, dari data dilansir detikcom dari dpr.go.id, Rabu (29/6), I Putu Sudiartana merupakan politisi Partai Demokrat (PD) dengan jabatan Wakil Bendahara Umum (Wabendum).

Sudiartana tercatat sebagai anggota Komisi III yang membidangi bidang hukum. Sudiartana adalah Wakil Rakyat dari daerah pemilihan Bali dengan nomor anggota 442.

Tak banyak data pribadi mengenai politisi Demokrat itu. Wabendum Partai Demokrat itu lahir di Bongkasa Bali pada 8 Desember 1971. Sudiartana baru menjabat sebagai anggota DPR sejak tahun 2014.

Pada tahun 2013, Sudiartana pernah mengajukan diri sebagai bakal calon Wakil Gubernur Bali. Namun gagal hingga akhirnya dia maju di Pemilu Legislatif dari Partai Demokrat pada tahun 2014.

Sementara itu, dari sisi profil kekayaan, Sudiartana merupakan politisi yang cukup berduit. Sebelum menjadi politisi, Sudiartana merupakan pengusaha.

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di KPK, Sudiartana tercatat melaporkan kekayannya pada 1 Maret 2013. Saat itu dia melapor terkait pencalonannya sebagai calon wakil gubernur Bali periode 2013-2018.

Harta Rp 12,5 miliar itu terdiri dari harta tak bergerak senilai Rp 11,775 miliar. Harta tak bergerak itu mayoritas berupa tanah yang tersebar di wilayah Bali di antaranya di kawasan Buleleng, Tabanan, Badung, Denpasar dan Klungkung. Selain itu, politisi Partai Demokrat itu juga memiliki beberapa harta bergerak berupa alat transportasi dan logam mulia. (hyd)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.