Sebelum Ambruk, Atap JPO Pasar Minggu Sudah Rapuh dan Goyang Saat Hujan

JPO di Pasar Minggu ambruk/ (detik.com)

Jakarta, Sumselupdate.com – Atap dan pagar pembatas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Pasar Minggu ambruk karena hujan dan angin kencang kemarin sore. Sebelum ambruk, kondisi JPO itu memang sudah mengkhawatirkan apalagi saat hujan.

Yanto, padagang Mie Ayam yang sudah 16 tahun berdagang di dekat JPO itu menceritakan, sejak 2 tahun belakangan atap jembatan sering goyang-goyang saat hujan angin.

“Saya sering lihat pas hujan kalau angin kencang, atap jembatan goyang-goyang,” kata Yanto saat ditemui detikcom di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, seperti dilansir detik.com, Minggu (25/9/2016).

Menurutnya kondisi atap dan rangka besi itu semakin sering goyang sejak dipasang reklame.

“Atap jembatan sering goyang setelah ada reklame, sebelumnya nggak. Dulu sih biasanya paling cuma bocor aja, makin ke sini goyangnya makin parah,”

Menurut Yanto, reklame di JPU ada sejak dua tahun lalu. Reklame dipasang di pagar pembatas jembatan.

“Kalau dulu cuma spanduk aja di besi bagian bawah. Mungkin reklamenya kegedean, terus besi (jembatan) sudah rapuh jadi roboh,” katanya.

Yanto mengatakan saat kejadian kemarin, tidak terlalu banyak warga dan pengendara yang berada di bawah JPO karena kondisi jalanan lancar. Biasanya banyak orang yang meneduh atau terjebak macet di sana.

“Kemarin hari libur, kalau Senin sampai Jumat ramai. Di bawah terowongan juga kadang macet dan banyak yang neduh di bawah jembatan,” ucap Yanto.

Jembatan ambruk sekitar pukul 15.30 WIB pada Sabtu kemarin ketika hujan deras disertai angin kencang melanda Ibu Kota. Posisi ambruknya jembatan itu tepat di terowongan underpass Pasar Minggu dan menutup jalan dari arah Pancoran ke Depok dan sebaliknya. Akibat kejadian tersebut, 4 orang meninggal dunia. (pto)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.