Laporan: Diaz Erlangga
Palembang, Sumselupadate.com – Seorang perempuan muda asal Kabupaten Empat Lawang ditemukan tewas bunuh diri di salah satu rumah di komplek Bougenville Blok J 18, RT 17, RW 05, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (6/7/2023) sekitar pukul 11.00 WIB.
Jasad perempuan muda bernama Yoci (20), warga Desa Karang Dapo, Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang, ditemukan di dalam kamarnya dari rumah berlantai dua.
Yoci mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dengan mengikat lehernya menggunakan lilitan kerudung yang diikat pada ventilasi jendela kamar.
“Dia gantung diri di dalam kamarnya yang ada di lantai dua menggunakan lilitan kerudung pashmina,” ucap Shinta, sepupu dari korban yang tinggal satu rumah.
Menurutnya, pertama kali menemui korban adalah anak dari Shinta, yang sudah melihat korban dalam kondisi gantung diri.
“Anak saya yang pertama lihat waktu itu saya curiga Yoci tidak keluar-keluar dari kamarnya jadi saya suruh anak saya untuk lihat dari balik jendela kamarnya,” terang Shinta.
Melihat itu, sang putra pun panik segera memberitahu Shinta yang juga terkejut dan tak menyangka kalau sepupunya itu nekat mengakhiri hidupnya di usia muda.
“Saya terkejut dan tak menyangka, waktu tahu itu saya minta warga sini bantu dobrak pintu kamar Yoci yang terkunci dari dalam kamar,” tandasnya.
Terlepas itu, Yoci dijelaskan kesehariannya bekerja di salah satu tempat makan tak jauh dari kediamannya.
“Yoci ini orangnya pendiam kesehariannya bekerja di warung seblak, setelah pulang kerja dia langsung masuk kamar,” sebutnya.
Namun sebelum ditemukan gantung diri, Yoci sempat membuat status pada akun WhatsApp-nya.
“Uang bisa dicari, tapi mengeluarkan uang untuk mengetahui sifat seseorang itu tidak rugi,” tulis dalam status WhatsApp terakhir Yoci yang diunggah pada pukul 09.30 WIB.
Bahkan satu seminggu sebelum nekat mengakhiri hidupnya, Shinta sempat memberitahu orangtuanya.
“Dia bilang ke keluarganya lihatlah seminggu lagi kamu akan betangisan,” tuturnya.
Terpisah, Kapolsek Sukarame Palembang Kompol M Ikang Ade Putra, SIK, MH saat dikonfirmasi membenarkan terkait insiden tersebut.
Meski demikian, pihak keluarga korban enggan jika jasad dari Yoci dilakukan pemeriksaan forensik.
“Benar kejadian tersebut, keluarga menolak untuk dilakukan pemeriksaan (visum), dan saat ini jasad korban sudah diantar menuju ke kampung halamannya,” tuturnya. (**)











