Sat Reskrim Polres Pagaralam Ciduk Satu dari Lima Komplotan Pemalak di Perkebunan Teh Gunung Dempo

Tersangka Egar Diaz Saputra saat diamankan Sat Rekrim Polres Pagaralam.

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Satuan Reskrim Polres Pagaralam berhasil menciduk satu dari lima komplotan pemalak yang biasa beraksi di kawasan perkebunan teh Gunung Dempo.

Bacaan Lainnya

Tersangka yang berhasil diringkus adalah Egar Diaz Saputra (21), warga Tebat Baru Ilir, RT 02, RW 01, Kelurahan Tebat Giri Indah, Kecamatan Pagaralam Selatan, Kota Pagaralam.

Sementara keempat rekan tersangka lain, yakni Yoga (20), warga Desa Pematang Bange, Kelurahan Curup Jare, Kecamatan Pagaralam Utara, Alex Fernandes (20), warga Desa Guru Agung, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, Rendi (17), warga Desa Petani, Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Pagaralam Utara, dan Pigo Saldo, saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tersangka Egar Diaz Saputra saat diperiksa petugas Sat Rekrim Polres Pagaralam.

Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara melalui Kasat Reskrim AKP Acep Yuli Sahara, SH mengatakan, penangkapan satu dari lima pelaku pemalakan ini berdasarkan laporan korban Kurniawan Akbar (18), warga Talang Keladi, RT 017, RW 006, Kelurahan  Besemah Serasan, Kecamatan Pagaralam Selatan, Kota Pagaralam.

Dalam laporannya, peristiwa yang menimpa Kurniawan Akbar dan rekan-rekannya terjadi pada Minggu (20/12/2020), sekitar pukul 01.00 WIB.

Pada saat kejadian korban yang merupakan pelajar SMA ini bersama teman-temannya Muhammad Alfajri, Muhammad Rizky, Mario, Ronald Regant, dan Zaky Febriansyah melakukan kemah di sekitar perkebunan teh Gunung Dempo.

Nah, saat berada di dalam tenda, tiba-tiba datang pelaku Rendi (DPO) dan menerobos masuk ke dalam tenda.

Saat di dalam tenda, Rendi dengan beringas meminta paksa handphone keenam pelajar tersebut.

Barang bukti sepeda motor milik pelaku.

Namun keenam korban berusaha melawan dengan mempertahankan telepon genggamnya.

Melihat korban melawan, nyali Rendi bukannya ciut. Dia justru semakin beringas dengan melakukan pemukulan terhadap kepala Kurniawan Akbar dan rekan-rekannya.

Tak berselang lama, teman tersangka Rendi datang. Melihat keempatnya datang membantu, Rendi dengan suara lantang mengancam para korban dengan mengucapkan “Ku Bunuh Kau, Mane HP Tadi, Cepatlah (saya bunuh kamu, mana handphone tadi, cepat),” teriak Rendi.

Usai mengucapkan kalimat bernada ancaman, kelima pelaku langsung merampas handphone OPPO Neo 7 milik Muhammad Alfajri, satu buah charger VIVO warna putih milik Rizky, dan pelaku Egar Diaz Saputra mengambil paksa gitar milik korban Ronald Regant.

Tak puas sampai di situ, pelaku Rendi meminta kunci sepeda motor korban jenis Honda Beat Karbu warna putih tahun 2012 nopol BG-3937-ZI.

Puas merampas harta benda milik para pelajar tersebut, Rendi bersama rekan-rekannya kabur dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam dan sepeda motor Honda CBR warna hitam.

Kasat Reskrim AKP Acep Yuli Sahara, SH mengatakan, dari laporan korban petugas melakukan penyelidikan. Hasil dari keterangan korban dan para saksi, didapat informasi keberadaan tersangka.

Tepatnya pada Jumat (26/3/2021), sekitar pukul 14.30 WIB, aparat mendapati tersangka Egar Diaz Saputra tengah berada di SPBU Air Perikan yang sedang mengisi bahan bakar sepeda motornyo.

Barang bukti sepeda motor milik pelaku.

Tak membuang waktu, dipimpin Kanit Pidum Res Pagaralam Ipda Akhirudin, SH beserta anggota Opsnal unit Pidum melakukan aksi penyergapan.

Usai diringkus, selanjutnya tersangka dibawa ke Mapolres Pagaralam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari penangkapan itu, petugas mengamankan dua unit sepeda motor milik pelaku dalam melancarkan aksi. Kedua motor itu masing-masing  Yamaha Vixion warna hitam tanpa nomor polisi dan sepeda motor Honda CBR warna hitam dengan nopol BG-2944-WP. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.