Rusak Lahan Warga Pulokerto, Lansia Digelanggang Jatanras Polda Sumsel

Seorang pria lanjut usia Abdullah Syahab (67), digelanggang Subdit III Ditreskum Jatanras Polda Sumsel ke Mapolda Sumatera Selatan atas kasus pengrusakan lahan seluas 8 hektare tanam tumbuh.

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Seorang pria lanjut usia Abdullah Syahab (67), digelanggang Subdit III Ditreskum Jatanras Polda Sumsel ke Mapolda Sumatera Selatan atas kasus pengrusakan lahan seluas 8 hektare tanam tumbuh, di Kelurahan Pulokerto, Gandus Palembang.

Read More

Kasubdit 3 Kompol Christoper Panjaitan menjelaskan, tersangka Abdullah Syahab (67) melakukan pengerusakan lahan kebun karet dan pohon jati. Akibatnya korban mengalami kerugian senilai Rp8 miliar rupiah.

“Tersangka Abdullah Syahab ditangkap dengan kasus 170 KUHP pengrusakan tanam tumbuh dalam hal ini kebun karet dan pohon jati, serta ada satu rumah yang dirusak,” ujarnya.

Kompol Christoper Panjaitan menjelaskan kasus yang melibatkan Abdullah Syahab di tangkap dalam satu laporan pengerusakan lahan seluas 8 hektare, namun, diterangkan masih ada 4 laporan terkait kasus yang sama di Subdit III Jatanras Polda Sumsel.

“Dari satu korban sendiri ada 8 hektare luas lahan yang dirusak, namun ada beberapa LP yang akan menyusul, sementara ini saja di subdit Jatanras Polda Sumsel masih ada 4 LP yang berkaitan dengan pengrusakan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, di terangkan Christopher Panjaitan, pelaku melakukan pengerusakan menggunakan alat berat excavator dengan memperkejakan orang lain. Ia juga menerangkan akan melakukan pengejaran terhadap pelaku yang menggerakkan

“Nanti akan kita kejar juga pelaku yang menggerakkan alat,” terangnya.

Menurutnya masih ada beberapa korban lain yang juga melakukan Abdullah Syahab berserta rekan rekannya terkait dengan pengrusakan.

“Abdullah Syahab ikut turun langsung kelapangan untuk turun juga(pengerusakan lahan),” katanya.

Sementara itu, Abdullah Syahab di hadapan polisi menerangkan berstatus sebagai Komisaris dari PT Bumi Sriwijaya Gandus, dia melakukan pengerusakan sebab iya mengira bahwa, perusahaan memiliki tanah seluas 150 hektare di atas lahan tersebut. Padahal hasil Kasasi MA tanah yang di miliki hanya 2 hektare tak lebih dari 8 hektar yang di rusaknya.

“Saya di PT sebagai komisaris tanah yang dimiliki PT seluas 150 hektar, tercatat di kantor camat dalam bentuk surat keterangan tanah tahun 60 dan 91, sementara yang di miliki warga berbeda dengan kami,” ujarnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.