VIDEO: Ribuan Massa dari Enam Kecamatan di Muba Demo Tolak Maklumat Larangan Menambang Minyak

Aksi damai massa tolak pelarangan illegal drilling.

Sekayu, Sumselupdate.com – Ribuan  massa yang berasal dari enam kecamatan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan, menggelar demonstrasi di depan kantor Pemkab Muba, Selasa (17/9/2019).

Massa berasal dari Kecamatan Sanga Desa, Kecamatan Babat Toman, Kecamatan Batanghari Leko, Kecamatan Keluang, Kecamatan, Lawang Wetan, Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Muba.

Bacaan Lainnya

Aksi massa dari pekerja penambang dan pengelola minyak tersebut merupakan tindak lanjut dari adanya maklumat larangan bagi warga yang melakukan illegal driliing di sejumlah titik di Kabupaten Muba.

Dalam tuntutan yang dibentangkan menggunakan spanduk bertuliskan ‘Aksi  Damai Masyarakat Menolak Maklumat Bersama Bupati, Kapolres dan Dandim’ tentang larangan penambangan dan pengelolaan minyak secara ileggal.

Dengan berorasi tolak maklumat, massa memulai aksi longmarch dari Masjid Jami’anur menuju kantor Pemkab Muba dan DPRD Muba.

Setiba di depan kantor Pemkab Muba, Bupati Muba Dodi Reza Alex langsung menemui massa.

Pada kesempatan itu, Dodi mengatakan, sampai saat ini maklumat tersebut masih berlaku. Namun Dodi menjanjikan akan memberikan solusi atas larangan tersebut.

Usai menemui massa, Dodi Reza meminta agar ada perwakilan massa untuk melakukan perundingan.

Sekitar pukul 10.28, Bupati Dodi Reza dan perwakilan massa melakukan pertemuan tertutup di ruang Rapat Serasan Sekate.

Seluruh awak media pun disuruh keluar saat pertemuan tengah berlangsung.

Sampai berita ini diturunkan, perwakilan massa masih melakukan rapat secara tertutup dengan Kapolres, Dandim, Bupati, dan instansi terkait. (est)

Aksi damai massa tolak pelarangan illegal drilling.
Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 Komentar

  1. KAMI MASYARAKAT PENAMBANG MINYAK TRADISIONAL SEKABUPATEN MUSI BANYUASIN MENYATAKAN SIKAP DAN AJUKAN PERMOHONAN:
    1.KAMI MENOLAK MAKLUMAT BERSAMA GUBERNUR,BUPATI,KAPOLRES DAN DAMDIM TENTANG LARANGAN TAMBANG DAN PENYULINGAN MINYAK TRADISIONAL DI KABUPATEN MUSI BANYUASIN.
    2.KAMI MOHON BUATKAN KAMI BADAN USAHA MILIK DAERAH SEBAGAI WADAH USAHA TAMBANG DAN PENYULINGAN MINYAK TRADISIONAL.
    3.KAMI MEMOHON BIMBINGAN TEKNIS DI LAPANGAN TERKAIT TAMBANG DAN PENYULINGAN MINYAK TRADISIONAL.
    4.KAMI MEMINTA BANTUAN PENGADAAN KILANG MINYAK MINI YANG BERSTANDAR SNI.
    5.KAMI MOHON BANTUAN BIMBINGAN TEKNIS TERKAIT PROSES PENYULINGAN MINYAK BUMI HINGGA MENGHASILKAN MINYAK YANG LAYAK DAN AMAN YANG SESUAI STANDAR SNI PULA.
    6.KAMI MOHON DI BUATKAN JALUR DISTRIBUSI LEGAL UNTUK MINYAK HASIL KILANG MINYAK TRADISIONAL MASYARAKAT MUSI BANYUASIN.
    7.APABILA PERMOHONAN KAMI TIDAK DAPAT DIKABULKAN,MAKA KAMI MOHON REFERENDUM OTONOMI KHUSUS MIGAS UNTUK KABUPATEN MUSI BANYUASIN.
    8.KAMI BERTERIMAKASIH ATAS PERHATIAN PEMERINTAH DAERAH MUSI BANYUASIN KEPADA KAMI.