Ribuan Guru Madrasah Didorong Kuasai Bahasa Inggris, Kemenag Gandeng British Council

Writer: - Jumat, 27 Februari 2026
Dari kiri ke kanan Prof. Dr. H. Suyitno, M. Ag (Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI), Seema Malhotra MP (UK Minister) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. (Menteri Agama RI), Summer Xia (Country Director Indonesia and Director Southeast Asia, British Council), Dominic Jermey CVO, OBE (Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste) menyadari peran strategis guru madrasah dapat menjadi penjaga nilai sekaligus jembatan dialog antarperadaban di tengah dunia yang terus berubah. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Jakarta, Sumselupdate.com – Penguatan kualitas guru madrasah menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan pendidikan global. Dengan jumlah 41.833 guru madrasah yang tersebar di seluruh Indonesia, peningkatan kompetensi, termasuk kemampuan Bahasa Inggris, dinilai penting untuk membuka akses siswa ke pendidikan tinggi dan jejaring internasional.

Bertolak dari kebutuhan tersebut, Kementerian Agama RI menjalin kolaborasi dengan British Council dalam peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris madrasah. Kerja sama ini secara resmi ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman pada November 2025.

Read More

Program pengembangan keprofesian guru Bahasa Inggris madrasah tersebut berlangsung selama delapan minggu dan ditutup dengan lokakarya tatap muka di Kementerian Agama, Jakarta, pada akhir Februari 2026.

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengatakan, kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan Asta Protas Kemenag. Program tersebut juga mendukung Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Keir Starmer pada Januari 2026, dengan sektor pendidikan sebagai salah satu pilar utama kerja sama.

“Kolaborasi ini merupakan langkah konkret mewujudkan Asta Protas Kemenag. Selain itu, juga mendukung kesepakatan dalam Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Keir Starmer pada Januari 2026 lalu, yang mana pendidikan menjadi salah satu pilar utama kerja sama,” ujar Nasaruddin.

Penguatan kapasitas guru madrasah dinilai memiliki peran strategis. Selain membentuk generasi Muslim dengan fondasi agama yang kokoh, guru madrasah juga dituntut membuka akses siswa ke pendidikan tinggi dan jejaring global yang lebih luas.

Pemetaan dan Program Percontohan

Kolaborasi antara Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama RI dan British Council diawali dengan pemetaan kompetensi untuk mengukur kemampuan pedagogik dan kemahiran Bahasa Inggris guru MTs dan MA. Selain itu, dilaksanakan pula program percontohan Continuing Professional Development (CPD) sebagai landasan pengembangan program ke depan.

Country Director Indonesia and Director Southeast Asia British Council, Summer Xia, menyampaikan bahwa sebanyak 613 guru dari hampir seluruh provinsi di Indonesia telah menyelesaikan program tersebut.

“Dengan menghadirkan pelatihan secara daring dalam format yang terstruktur dan didukung secara menyeluruh, serta diperkuat oleh e-moderator dan sesi langsung mingguan, kami memastikan pengembangan profesional berkualitas tinggi dapat diakses oleh para pendidik di mana pun mereka berada,” ujarnya.

Pendekatan berbasis data tersebut diharapkan menjadi rujukan dalam perencanaan kebijakan pengembangan guru madrasah secara lebih terukur.

Perubahan di Ruang Kelas

Selama delapan minggu pelaksanaan, perubahan mulai terlihat dalam praktik pembelajaran. Guru mengadopsi pendekatan yang lebih berpusat pada siswa dan menciptakan interaksi kelas yang lebih aktif. Kepercayaan diri dalam menggunakan Bahasa Inggris juga meningkat, sehingga berdampak pada partisipasi siswa.

Ni’Matus Zahroh, guru Bahasa Inggris dari MTsN 15 Jombang, mengaku program ini memberikan kesempatan pengembangan diri yang selama ini masih terbatas bagi pendidik di madrasah.

“Melalui program ini, guru Bahasa Inggris di madrasah bisa memberikan pengajaran yang menyenangkan bagi murid dan menginspirasi untuk terus belajar demi menghasilkan generasi yang beriman dan berakal,” tuturnya.

Menuju Skala Lebih Luas

Sebagai program percontohan, inisiatif ini menjadi fondasi bagi pengembangan yang lebih luas. Meski jumlah peserta masih sebagian kecil dari kebutuhan nasional, model pelatihan yang telah diuji membuka peluang ekspansi dan penguatan berkelanjutan.

British Council menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan kapasitas guru melalui kolaborasi yang terukur dan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan dampak sistemik bagi peningkatan mutu pendidikan madrasah di Indonesia.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts