Resahkan Masyarakat, Pelaku Curanmor Disergap Heri Gondrong, Ini Penampakannya

Tersangka Adam Malik meringis kesakitan setelah kaki kirinya ditembus pelor saat disergap petugas dari Unit I Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Rabu (9/10/2019) pagi.

Palembang, Sumselupdate.com – Petugas dari Unit I Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel berhasil membekuk Adam Malik (42), pelaku curanmor yang sudah meresahkan warga Palembang.

Adam diamankan, Rabu (9/10/2019), sekitar pukul 10.00 WIB, selagi mencuci piring di rumahnya di Desa Prajen, Mariana, Kabupaten Banyuasin.

Bacaan Lainnya

Dalam penyergapan itu, tersangka terpaksa dihadiahi pelor di kaki kirinya lantaran hendak melarikan diri saat diciduk.

Resedivis dalam kasus yang sama ini terakhir menggasak sepeda motor Honda Beat BG 3013 NU warna pink milik Yuli Marleni yang sedang terparkir di toko tupper ware di Jalan R Soekamto, Kecamatan Kemuning pada Kamis, 26 September 2019 lalu.

Dalam menjalankan aksinya, Adam tidak sendirian melainkan bersama rekannya Budi (DPO). Keduanya berbagi tugas di mana tersangka Adam mengawasi situasi dan sebagai eksekutor tersangka Budi

“Pelaku curanmor ini kami amankan di rumahnya di Desa Prajen. Dari hasil rekaman CCTV di TKP, tersangka memakai baju, jaket sepatu, dan helm sepeda motor persis sama yang dipakai tersangka. Baju dan jaketnya turut kami amankan,” ujar Aiptu Heri Kusuma Jaya alias Heri Gondrong selaku Katim Opsnal Unit 1 Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel.

Tersangka Adam Malik berkursi roda setelah setelah kaki kirinya ditembus timah panas petugas.

 

Sementara itu, tersangka Adam Malik berkilah hanya diajak temannya Budi. Tugasnya hanya mengawasi situasi saat mereka beraksi.

“Waktu itu saya hanya mengawasi situasi. Yang ngambil motor Budi yang jual itu juga Budi seharga Rp1,5 juta. Saya hanya kebagian Rp500 ribu, duitnya sudah habis untuk beli sembako. Satu jutanya Budi,” terangnya.

Menurut Budi, dirinya pernah terlibat kasus bongkar rumah di Plaju. Saat itu ia mendapatkan televisi dan ia juga pernah mendekam di Lapas Pangkalan Balai.

“Saya juga baru kenal sama Budi jadi tidak tahu dimana dia,” tukasnya.

Sementara itu, korban Yuli Marleni yang datang ke Jatanras Polda Sumsel mengaku saat itu ia sedang belanja di toko tupper ware Jalan R Sukamto.

“Tidak sampai lima menit saya belanja, saat akan keluar ke parkiran motor sudah tidak ada lagi,” ujar Yuli. (tra)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.