Reka Ulang Diwarnai Isak Tangis, Begini Detik-detik Pembunuhan Petugas Kebersihan DLHK Palembang

Tersangka Dadang memperagakan bagaimana menghujani wajah Darwis, petugas kebersihan DLHK Palembang dalam reka ulang, Selasa (16/8/2022).

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Proses reka ulang kasus pembunuhan sadis yang dilakukan Dadang (36) seorang pemulung sampah terhadap Darwis (57). Petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) wilayah Sukarame Kota Palembang diwarnai tangis istri korban, Selasa (16/8/2022).

Bacaan Lainnya

Rasa sedih dan kehilangan tergambar jelas pada raut wajah Ida Hartati, istri dari korban Darwis saat melihat secara langsung rekonstruksi kasus yang menewaskan sang suami yang digelar Polsek Sukarame Palembang.

“Tak menyangka, setahu saya suami saya tidak ada musuh,” kata Ida Hartati sambil menitikan air mata.

Sebelumnya, peristiwa pembunuhan sadis itu terjadi tepat di pinggir Jalan Letjen Harun Sohar, Kelurahan Kebun Bunga,  Kecamatan Sukarame Palembang pada Rabu (20/7/2022) sore.

Pelaku sendiri ditangkap Unit Reskrim Polsek Sukarame Palembang kurang dari sehari dari peristiwa pembunuhan tersebut.

Saat disergap petugas, pelaku bersembunyi di areal hutan lahan milik Lanud Sri Mulyono Herlambang pada Kamis (21/7/2022) dinihari.

Kapolsek Sukarame Kompol Dwi Satya Arian melalui Kanit Reskrim Polsek Sukarame Palembang Iptu Denni Irawan menyebutkan 16 reka ulang adegan diperagakan secara langsung oleh tersangka.

“Puncaknya pelaku menikam korban dari belakang pada adegan kesepuluh,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, reka ulang dimulai dari pelaku menyiapkan senjata tajam yang digunakan untuk melakukan pembunuhan terhadap korban dengan mengasah sebilah pisau yang dilakukannya, sehari sebelum peristiwa itu terjadi.

Hingga pada adegan kelima, di hari Rabu tersangka dengan membawa gerobak dorong dan sebilah pisau di pinggangnya datang menemui pelaku di lokasi kejadian.

Pada adegan kedelapan, tersangka Dadang menikam sebanyak satu kali ke arah punggung dari korban.

Adegan sembilan, korban yang berbalik kembali ditusuk pelaku pada bagian bawah ketiak sebanyak lima kali dan di bagian hati korban sebanyak satu kali.

Pada adegan ke sepuluh, korban terjatuh sempoyongan ke parit setelah mendapat tusukan membabi buta dari pelaku Dadang.

Di adegan kesebelas A, pelaku Dadang kembali mendekati korban dan menghujani tusukan secara membabi buta ke arah dada korban.

Masuk adegan sebelas B, pelaku juga menghujamkan pisau ke arah wajah korban hingga lebih dari sepuluh  tusukan hingga membuat korban mandi darah tergeletak di dalam selokan.

Setelah memastikan korban meninggal dunia, pelaku lari tunggang langgang meninggalkan korban yang telah menjadi mayat.

Kapolsek Sukarame Kompol Dwi Satya Arian melalui Kanit Reskrim Polsek Sukarame Iptu Denni Irawan mengatakan, rekonstruksi yang dilakukan sudah sesuai dengan pasal yang disangkakan terhadap pelaku tentang pembunuhan berencana.

“Dari hasil rekonstruksi cocok dengan hasil BAP,  keterangan saksi, dan pengakuan pelaku itu sendiri, dengan ancaman pasal 340 KUHP junto pasal 338 KUHP dengan anacaman hukuman mati, seumur hidup atau minimal 20 tahun,” ucapnya.

Dikatakannya, tujuan rekonstruksi ini untuk melengkapi berkas untuk segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum atau JPU. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.