Pura-pura ke Toilet, Oktapian Embat 2 Ponsel Teman Sendiri

Tersangka Oktapian dan Doni diamankan di Polsek IB 1 Palembang.

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Berpura-pura ke toilet di kost-kostan temannya sendiri, Oktapian (21) warga Jalan Bukit Baru, Kelurahan Bukit Lama,  gondol dua ponsel temannya merk Oppo A92 dan Realmi C15, serta satu buah jam tangan.

Read More

Peristiwa ini terjadi di kostan korban yang beralamat di Jalan Seruni Lorong Kebun Raya, Kecamatan Ilir Barat I Palembang. Kejadian bermula saat tersangka Oktapian (21), Doni (19) dan tersangka Nopel (DPO) mendatangi kosan korban dengan alasan untuk mengobrol, Senin (04/10/2021).

Tak lama berbincang-bincang, kemudian tersangka Oktapian meminta izin kepada korban untuk pergi ke toilet dengan alasan buang air kecil. Korbanpun yang tak menyadari niatan buruk Oktapian dengan mudah mengizinkan tersangka untuk pergi ke toilet.

“Melihat korban tertidur di kamarnya, tersangka Oktapian langsung masuk ke kamar korban dan mencuri dua unit ponsel dan satu buah jam tangan milik korban, sedangkan dua tersangka lainnya menunggu di luar,” ujar Kapolsek Ilir Barat 1 Kompol Roy A Tambunan, Jumat (19/11/2021).

Setelah itu, korban yang dalam kondisi lengah dimanfaatkan tersangka Oktapian langsung kabur meninggal TKP dengan menaiki sepeda motornya.

Melihat Oktapian berada di atas motor tersangka Doni dan Nopel (DPO) langsung menghampiri mengikuti Oktapian.

“Mereka langsung pergi. Hasil curian tersebut langsung dijual para tersangka,” ungkap Roy.

Akibat perbuatan Oktapian dan rekannya tersebut korban mengalami kerugian Rp 5,8 juta. Atas ulahnya tersangka dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 7 tahun.

“Kita imbau agar tersangka Novel (DPO) agar segera menyerahkan diri karena identitasnya sudah kita kantongi,” tutup Kompol Roy.

Sementara itu, tersangka Oktapian mengakui perbuatannya yang tega mencuri ponsel temannya sendiri.

“Yang merencanakan pencurian itu Doni,” katanya.

Setelah berhasil mencuri barang korban, ketiga tersangka langsung menjualnya.

“Kami jual. Masing-masing dari kami mendapatkan uang Rp400.000, kalau saya uangnya saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” tutupnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.