Puluhan Tahun Dikeluhkan, Jalan Talang Banan Pagaralam Akhirnya Beraspal

Writer: - Minggu, 18 Januari 2026
Kolase kondisi jalan Talang Banan, Kelurahan Burung Dinang, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam. Sebelum diaspal, jalan tanah berlumpur saat hujan dan berdebu di musim kemarau; kini setelah diaspal, akses warga menjadi lebih aman dan lancar serta mempermudah pengangkutan hasil pertanian. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Pagaralam, Sumselupdate.com – Penantian panjang warga Talang Banan, Kelurahan Burung Dinang, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam, akhirnya terwujud.

Jalan tanah yang selama puluhan tahun menjadi sumber keluhan karena berlumpur saat hujan dan berdebu di musim kemarau kini telah berubah menjadi jalan aspal yang layak.

Read More

Selama bertahun-tahun, akses menuju Talang Banan dikenal memprihatinkan. Saat hujan turun, jalan berubah menjadi kubangan lumpur, sementara pada musim kemarau debu beterbangan dan mengganggu aktivitas warga.

Kondisi tersebut sempat diberitakan Sumselupdate.com pada 2021 sebagai gambaran keterisolasian warga.

Padahal, jalan sepanjang sekitar dua kilometer itu merupakan satu-satunya akses keluar masuk bagi 36 kepala keluarga sekaligus jalur utama pengangkutan hasil pertanian.

Di wilayah ini terdapat sekitar 1.000 hektare lahan pertanian produktif, mulai dari kopi hingga berbagai jenis sayuran yang menjadi sumber penghidupan warga.

Jumanto, warga Talang Banan yang telah menetap sejak 1970 sekaligus Ketua RT 09 RW 02, mengaku terharu melihat perubahan yang akhirnya terwujud.

“Sejak puluhan tahun kami tinggal di sini, baru kali ini jalan kami benar-benar dibangun layak. Dulu kalau hujan seperti kubangan kerbau, sekarang alhamdulillah sudah aspal,” ujarnya.

Ia menuturkan, meski Talang Banan resmi menjadi wilayah RT sejak 2004, pembangunan jalan tak kunjung direalisasikan. Warga kerap menerima janji, namun kondisi jalan tetap memprihatinkan hingga beberapa tahun terakhir.

Dampak buruk jalan rusak sebelumnya sangat dirasakan, terutama oleh anak-anak sekolah. Helen, salah seorang warga, menceritakan anak-anak harus berjuang melewati jalan licin setiap pagi saat hujan.

“Kalau hujan, anak-anak kadang membawa baju ganti. Pernah ada yang jatuh, bajunya penuh lumpur, akhirnya pulang dan tidak jadi sekolah,” katanya.

Kini, kondisi tersebut tinggal kenangan. Jalan aspal membuat aktivitas warga lebih lancar. Anak-anak dapat berangkat sekolah dengan aman, kendaraan roda dua maupun roda empat bisa melintas tanpa hambatan, dan hasil pertanian lebih mudah diangkut keluar wilayah.

“Kami sangat bersyukur. Jalan ini bukan hanya untuk kami yang tinggal di sini, tapi juga untuk pertanian. Kopi dan sayuran sekarang lebih mudah dibawa keluar,” tambah Jumanto.

Bagi warga Talang Banan, pembangunan jalan aspal bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol perhatian, penggerak ekonomi, dan harapan baru bagi masa depan mereka.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts