KETUKAN PALU
Palu itu menggeletarkan
Berbunyi garing dalam ketukan
Setelah perseteruan rupa-rupa
Setelah perselisihan pura-pura
Menyentak yang duduk di kursi terdepan
Tiada lagi rupa-rupa
Tiada lagi pura-pura
Bedah isi kepala
Menepis pikiran
Mempercayai apa yang diinginkan untuk dipercaya
Tertawa
Dan ditertawai
Biarkan palu itu bergetar
Suara ketukannya menembus langit
Tergenggam kuat di tangan kemuliaan
Terangkum bersih dari nurani kejernihan
Penerima kuasa keadilan di muka bumi
Vonis, February 2023
SEJENAK REHAT
Saat matahari tak beranjak
Membakar terik
Melibas keangkuhan hari-hari penuh omong kosong
Sekejab mata tertuju pada lingkar fatamorgana
Sejelas bayang kupu hitam terbang masuk ke sana
Berkilap serupa bayang sempurna
Coba mengetuk kebenaran yang bodoh
Bentangkan kebodohan dengan benar
Sayap imitasi berlurik luluh
Diterpa ketidak-pedulian
….
Siang lunglai dibekap sore
Tak ada pelangi
Tak ada rembang petang
Cuma siluet
Berlari ke arah malam
Diam terjebak di sana
Sebuah Metamorfosa, Desember 2022
CALON PRESIDEN
Kalkulus pendek dalam deret hitung
Lalu waktu menuju waktu epilog
Memulai prolog di tengah aroma hujan
Kedap kesejukan pelaminan
Membawa rancang bangun selaju tujuan bangsa
Sinergi pada lansekap riuh berpendar-pendar
Pada pandangan hidup bernegara
Keadilan….
Kemakmuran….
Yang lebih baik
Untuk Indonesia merdeka
Spirit Indonesia, Februari 2022
PENULIS

Heddy WSalam lahir di Palembang dan saat ini berdomisili di Cimahi, Bandung.
Penulis dapat dihubungi melalui alamat email: [email protected]











