Banyuasin, Sumselupdate.com – Keseriusan Gubernur Sumsel pada progres Program Selamatkan Rawa Selamatkan Petani (SERASI) di Kabupaten Banyuasin memang tak main-main.
Minggu (1/8) siang buktinya, meski hari libur ia tetap menyempatkan diri turun melihat langsung progres program tersebut di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rantau Bayur, Banyuasin.
Gubernur Sumsel mengatakan, program SERASI yang dicanangkan di Kabupaten Banyuasin diyakini dapat meningkatkan produksi pangan di Sumatera Selatan. Ia pun optimistis Kabupaten Banyuasin akan segera menjadi lumbung pangan di Sumsel.
“Hari ini saya meninjau program SERASI, ternyata sambutan masyarakat sangat hebat serta sangat antusias, karena proyek SERASI ini adalah proyek meningkatkan produksi pangan. Dengan lahan yang tidak produktif kita jadikan produktif, lahan yang panen sekali kita panenkan dua kali, yang dua kali dijadikan tiga kali,” ujar Herman Deru saat meninjau lokasi pencanangan Serasi di Desa Sungai Pinang Kecamatan Pantau Bayur, siang tadi.
Selama ini jelasnya di lahan seluas 800 hektar biasanya petani hanya satu kali panen. Bahkan saat di musim hujan lahan juga terkena banjir.
Maka dari itu mulai masa kemarau ini diterapkan sistem buang air melalui pompa irigasi menggunakan alat yang dimiliki sendiri.
Pompa irigasi ini juga bukan hanya berfungsi untuk mengalirkan air ke sawah namun juga bisa dilakukan untuk pembuangan air ke sungai.
“Kita bersama-sama kelompok petani bersama Dinas Pertanian Banyuasin. Harapan kita di tahun depan sudah menampakkan bukti minimal dua kali lipat dari hasil yang biasanya selama ini dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia bahkan menargetkan bahwa program yang sudah berjalan beberapa bulan ini berhasil membuat peringkat Sumsel membaik dalam penghasilan lumbung nasional.
Dari sebelumnya peringkat delapan nasional menjadi peringkat lima. Diharapkan di tahun 2021 Sumsel sudah di urutan ketiga bahkan menjadi nomor satu nasional.
“Saya berani bilang begitu karena kita bisa mengalahkan Pulau Jawa karena lahan di Jawa sudah jenuh. Sementara kita sangat mungkin meningkatkan kualitas melalui program Serasi dan lainnya, Alhamdulillah selama ini masyarakat Sumsel sangat mendukung,” ungkapnya.
Dari target 200 ribu hektar lahan untuk program SERASI itu, menurut Deru, sejauh ini tak ada kendala berarti. Namun demikian ia tetap akan meminta bantuan alat lagi dengan Kementerian Pertanian
“Bapak menteri juga pernah bilang jangan tanggung, kita bertranformasi dari pertanian konvensional /tradisional menjadi pertanian modern jadi harus dukungan alat minimal ekskavator minimal 50 untuk motor hand traktor roda empat paling tidak 100 lagi, jadi panen langsung garap jadi harus dukungan alat,” ungkapnya.
Ia juga memuji Bupati Banyuasin yang telah mencanangkan Program SERASI ini serta menggerakkan para tokoh-tokoh untuk mendukung program ini. Ini terlihat dalam tiga hari Desa Sungai Pinang, Kecamatan Pantau Bayur sudah terencana dan telah berjalan satu kilometer
“Ini sekarang kemauan saya, saya Ingin para bupati, kepala dinas sering turun lapangan, buktinya pada hari libur ini Gubernur turun ke lapangan melihat hasil program ini,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Banyuasin, H Askolani mengatakan, dalam pengelolaan lahan pertanian ke depannya para petani sudah memakai hand traktor roda empat, karena bisa membajak sawah sampai 4-5 hektar, karena dengan cara biasa dalam waktu satu minggu hanya bisa satu hektar lahan,
“Seperti Desa Sungai Pinang, Kecamatan Pantau Bayur ini masih tergantung dengan alam, tentunya dengan teknologi baru ini kita akan perbaiki irigasi dan tanggul, bahkan yang tidak ada akan dibuatkan,” ungkapnya.
Dikatakannya, dalam program ini membutuhkan waktu sekitar satu sampai dua tahun, agar yang dicita-citakan bisa terwujud, ia juga meminta dana desa bisa dimaksimalkan sebaik mungkin.
“Agar kita juga tidak tergantung dengan kondisi alam, air laut kita bisa alirkan ke sawah kita, dengan cara sistem pompanisasi dengan teknologi ini kita bisa akan sejahtera,” ujarnya. (rel)











