Program Cetak Sawah di Empatlawang Terus Berjalan

Ilustrasi (Foto: greeners.co)

Laporan: Alparisi

Tebing Tinggi, Sumselupdate.com – Program cetak lahan persawahan (cetak sawah) kerjasama Dinas Pertanian Kabupaten Empatlawang dengan TNI-AD dalam hal ini Kodim 0405/Lahat di Kecamatan Muara Pinang, masih terus berjalan.

Read More

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Empatlawang, Dadang Munandar, melalui Kabid Sarana dan Prasarana (Sanpras) Pertanian, David Nugraha menyebut, ada empat desa di Kecamatan Muara Pinang, yang menjadi lokasi program cetak sawah pada anggaran 2021 ini.

“Desa Sawah, Desa Seleman Ulu, Desa Muara Pinang Lama dan Desa Talang Baru. Dengan total luasan lahan program cetak sawah sebanyak 99 hektar,” ungkap David Nugraha, Kamis (7/10/2021).

Hingga saat ini sambung dia, pengerjaan cetak sawah, sudah selesai sekitar 40 persen dari luasan lahan yang akan dicetak sawah sebanyak 99 hektar.

“Kurang lebih segitulah sekarang ini, 40 persen dari 99 hektar lahan yang akan dicetak,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan pekerjaan, sambung dia, pada dasarnya tidak ada persoalan yang berarti. Hanya saja, kendala para pelaksana pekerjaan di lapangan, itu terkait dengan kondisi medan lahan yang berbatuan.

“Banyak batu besar-besar kalau kendalanya di lapangan. Kemudian, banyak permintaan dari masyarakat pemilik lahan yang ingin ikut program cetak sawah, padahal total kuotanya hanya 99 hektar,” sebutnya.

Tentu saja sambung David, permintaan penambahan luasan lahan yang melebihi luasan kuota pengerjaan, belum dapat pihaknya penuhi, meski ini merupakan hal yang positif karena antusias masyarakat terhadap program cetak sawah ini dapat dinilai sangat baik.

“Makanya, kita sampaikan ke masyarakat, permintaan mereka belum dapat kami penuhi, kita hanya mengerjakan daftar usulan yang masuk pertama terlebih dahulu,” ucapnya.

Lahan yang dibuka untuk cetak sawah ini, rata-rata lahan perkebunan kopi milik masyarakat. Sebelum dikerjakan oleh pihak TNI-AD selaku pihak pelaksana pekerjaan, pemilik lahan diminta membuat surat persetujuan terlebih dahulu yang intinya menyetujui lahan mereka dialihfungsikan dari perkebunan kopi menjadi lahan persawahan.

“Rata-rata kebun kopi, terutama di sepanjang aliran irigasi Lintang Kiri. Makanya, sebelum cetak sawah kita sudah membuat surat perjanjian, yang intinya masyarakat pemilik lahan setuju jika lahannya diproses alih fungsi lahan perkebunan menajadi lahan persawahan,” bebernya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.