Produksi Minyak Sumbagsel Naik, SKK Migas Optimistis Target Energi 2026 Tercapai

Writer: - Minggu, 9 November 2025
Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wilayah Sumbagsel, Yunianto berfoto Bersama di Rapat Kerja bertema ‘Mewujudkan Asta Cita Swasembada Energi Melalui Peningkatan Produksi dan Lifting Wilayah Sumbagsel’. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Lampung, Sumselupdate.com – Produksi minyak di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) hingga September 2025 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun 2024.

Kenaikan ini merupakan hasil dari keberhasilan survei seismik dalam menentukan titik pengeboran yang akurat, kegiatan pengeboran eksplorasi untuk menambah cadangan baru, pengeboran pengembangan, penyelesaian sejumlah proyek, kerja ulang sumuran, serta perawatan fasilitas produksi.

Read More

Rata-rata produksi minyak di wilayah Sumbagsel pada Januari–September 2025 mencapai 68.391 barel per hari, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 66.990 barel per hari.

Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wilayah Sumbagsel, Yunianto, menyampaikan hal tersebut dalam sambutan Rapat Kerja bertema ‘Mewujudkan Asta Cita Swasembada Energi Melalui Peningkatan Produksi dan Lifting Wilayah Sumbagsel’, yang diikuti sekitar 300 peserta dari tim lifting, komersial, dan operasi produksi KKKS wilayah Sumbagsel.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di wilayah Sumbagsel. Mereka tidak hanya berhasil menekan laju penurunan produksi alamiah yang mencapai 30 persen per tahun, tetapi juga mampu meningkatkan produksi dibanding tahun sebelumnya. Semua ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak, baik KKKS maupun para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Sementara itu, produksi gas di wilayah Sumbagsel juga menunjukkan capaian positif. Yunianto menjelaskan, laju penurunan produksi alamiah berhasil ditekan dari 30 persen menjadi 6,98 persen pada periode Januari–September 2025.

Produksi gas tercatat sebesar 1.464 juta kaki kubik per hari, sedikit menurun dibanding 1.574 juta kaki kubik per hari pada 2024.

“Kami optimistis, pada tahun-tahun mendatang produksi gas Sumbagsel akan mengalami peningkatan seperti halnya produksi minyak,” tambahnya.

Kepala Departemen Operasi SKK Migas Wilayah Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto, menuturkan hasil pengeboran pengembangan dan eksplorasi di wilayah tersebut sangat menggembirakan.

“Alhamdulillah, dari kegiatan pengeboran pengembangan Januari–September 2025, kami memperoleh tambahan produksi minyak sebesar 7.971 barel per hari dan tambahan produksi gas sebesar 31,34 juta kaki kubik per hari,” ungkapnya.

Beberapa pengeboran sumur pengembangan yang berhasil antara lain dilakukan oleh Pertamina Hulu Rokan Regional 1 Zona 4 dengan tambahan produksi 5.441 barel minyak per hari dan 20,74 juta kaki kubik gas per hari dari 33 sumur.

Petrochina International Jabung Ltd menambah 1.596 barel minyak per hari dan 9,85 juta kaki kubik gas per hari dari enam sumur, sedangkan Pertamina Hulu Rokan Regional 1 Zona 1 menambah 833,81 barel minyak per hari dan 0,74 juta kaki kubik gas per hari.

Dari kegiatan eksplorasi, ditemukan cadangan baru dengan potensi tambahan produksi sebesar 5.595 barel minyak per hari dan 17,24 juta kaki kubik gas per hari.

Temuan tersebut antara lain berasal dari KKKS Sele Raya Belida melalui Sumur Sungai Anggur Selatan-2 (3.856 barel minyak per hari dan 3,2 juta kaki kubik gas per hari), Sumur Sungai Anggur Utara-1 (1.100 barel minyak per hari), serta Pertamina Hulu Rokan Jambi Merang dari Sumur Padang Pancuran (400 barel minyak per hari).

Yunianto juga mengungkapkan bahwa realisasi salur gas Sumbagsel pada Januari–September 2025 telah melampaui target Work Program and Budget (WP&B) sebesar 101,71 persen, yaitu 1.185,87 MMSCFD dari target 1.165,94 MMSCFD.

Sementara capaian lifting minyak mencapai 93,44 persen atau 68.050 barel per hari dari target WP&B sebesar 72.830 barel per hari.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh KKKS di wilayah Sumbagsel. Kami berharap pencapaian ini menjadi semangat positif untuk terus bekerja dengan strategi yang baik agar target tahun-tahun berikutnya dapat tercapai,” kata Yunianto.

Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi pijakan untuk menghadapi tantangan tahun 2026.

“Kita bersama memiliki keinginan yang sama untuk terus mencapai target yang ditetapkan pemerintah. Karena itu, kolaborasi, koordinasi, dan diskusi perlu terus ditingkatkan agar capaian ke depan lebih maksimal,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengeboran dan Sumuran SKK Migas, Surya Widyantoro, menyampaikan bahwa tahun 2026 akan menjadi tantangan berat bagi wilayah Sumbagsel.

Target pengeboran sumur eksplorasi maupun pengembangan harus didukung kerja sama semua pihak agar berjalan optimal.

“Sumbagsel memiliki rencana pengeboran tujuh sumur eksplorasi dan sekitar sepuluh kegiatan survei seismik eksplorasi pada 2026. Target ini merupakan komitmen dari Work Program and Budget yang telah disepakati,” ujarnya.

Rapat kerja ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dan pertukaran informasi antarinstansi dalam rangka mencapai target lifting migas 2025 melalui langkah strategis seperti eksplorasi masif, regulasi yang mendukung, serta sinergi antara pemerintah dan pelaku industri.

(**)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts