Sekayu, Sumselupdate.com – Pertamina EP (PEP) Ramba Field, bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, terus membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Banyuasin.
Sejak 19 Juli 2026, tim pemadam kebakaran PEP Ramba Field tercatat telah melakukan 17 kali pemadaman karhutla, baik berdasarkan laporan masyarakat maupun hasil pemantauan di sekitar wilayah operasi.
Tim pemadam kebakaran disiagakan setiap saat untuk mendukung kegiatan operasional hulu migas sekaligus membantu penanganan kebakaran di sekitar wilayah kerja perusahaan.
Sebagian besar laporan karhutla yang ditangani tim berasal dari masyarakat dan pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi. Sementara sebagian lainnya diketahui melalui patroli tim security di sekitar fasilitas produksi.
Senior Manager Pertamina EP Ramba Field Hanif Setiawan mengatakan, respons cepat tim dalam membantu penanganan karhutla merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap keselamatan dan lingkungan di sekitar wilayah operasi.
“Kesigapan tim pemadam kebakaran Pertamina EP Ramba Field dalam membantu pemadaman karhutla menjadi cerminan bahwa kami tidak hanya berfokus mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga menghadirkan rasa aman bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ujar Hanif.
Padamkan Karhutla Dekat Fasilitas Produksi
Aksi pemadaman terbaru dilakukan di Desa Ramba Jaya, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (24/8/2026).
Lokasi kebakaran berada tidak jauh dari fasilitas produksi RB-01. Setelah menerima laporan dari masyarakat, PEP Ramba Field segera menerjunkan tim pemadam ke lokasi.
Petugas kemudian melakukan upaya pemadaman hingga api berhasil dijinakkan dan tidak meluas ke area lainnya.
Respons cepat tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat.
“Kami berterima kasih atas kesigapan tim pemadam Pertamina EP Ramba Field. Bantuan dan respons cepat tim sangat berarti dalam mencegah api meluas,” kata Kepala Desa Ramba Jaya Dedi.
PEP Ramba Field memastikan kesiapsiagaan tim pemadam terus dilakukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi potensi kebakaran di sekitar wilayah operasi, terutama selama kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko karhutla.
(**)











