Kuala Lumpur, Sumselupdate.com – Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian meminta Polis Diraja Malaysia (PDRM) memperjelas status Siti Aisyah.
Apakah Siti memang bagian dari jaringan pembunuhan saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Kim Jong-nam atau merupakan korban.
“Ini yang kita minta perjelas kepada teman-teman di Malaysia nanti,” kata Tito seperti dikutip dari metrotvnews.com, Minggu (26/3/2017).
Tito menduga Siti Aisyah adalah korban. Tindakan Siti Aisyah yang turut membantu menghilangkan nyawa Kim Jong-nam berlangsung tanpa disadari betul oleh Siti Aisyah.
“Harapan kita pada yang bersangkutan kembali pada pertanyaan, apakah dia bagian dari jaringan yang mempunyai rencana membunuh atau dia merupakan korban yang direkrut tanpa dia tahu,” ujar Tito.
Tito menegaskan, pihaknya menghargai eksistensi dan kedaulatan hukum Malaysia. Namun jika benar Siti Aisyah adalah korban, maka Indonesia akan memberikan bantuan hukum. Tito masih menduga Siti Aisyah adalah korban.
“Indikasinya setelah yang bersangkutan melakukan yang menurut dia ‘reality show‘, dia kembali ke bandara untuk meminta uang seratus dolar sebagai upah. Kalau dia memang bagian dari konspirasi untuk membunuh dari awal, seharusnya dia melarikan diri, tidak harus kembali karena risiko ditangkap,” ujarnya.
Tito menambahkan, pihaknya terus membangung komunikasi yang baik dengan otoritas Malaysia. Tentunya dengan prinsip dasar saling menghargai dan menghormati sesama bangsa.
Kim Jong-nam tewas pada Senin 13 Februari 2017 di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Kim Jong-nam disebut diserang dua wanita dengan racun jenis VX. Satu di antaranya Siti Aisyah. (pto)











