Polres Muaraenim Tembak Mati Begal Sadis Antar Kabupaten

Selasa, 17 Juli 2018
Forensik Polres Muaraenim melakukan visum terhadap pelaku begal yang ditembak mati.

Muaraenim, Sumselupdate.com – Hajar Jayadi alias Adi Garong (29) meregang nyawa setelah sebutir peluru Polisi bersarang di dada sebelah kirinya. Tindakan tegas dan terukur Polres Muara Enim itu terpaksa dilakukan karena Adi Garong mencoba melawan petugas saat akan diamankan, Senin (16/7/2018) kemarin.

Informasi yang berhasil dihimpun, Adi Garong merupakan warga Palembang yang mengontrak di Pasar I Pelita Sari Kota Muaraenim. Dirinya adalah DPO kasus pencurian dan pemberatan.

Read More

Pelaku Adi Garong tewas setelah dada sebelah kirinya ditembus sebutir peluru oleh petugas saat akan ditangkap dipersembunyiannya di Jalan Lingkar Baru arah Tanjungenim, Kecamatan Lawang Kidul, Senin.

Petugas tim Rajawali yang sedang melakukan patroli menemukan tersangka yang merupakan DPO kasus pencurian dengan pemberatan.

Saat akan ditangkap dan dilakukan pengejaran tersangka rupanya nekat melawan petugas dengan senjata tajam sebilah badik. Namun upaya perlawanan tersangka sia-sia setelah petugas melakukan tindakan terukur dengan menembak dada tersangka. Setelah tewas di lokasi penangkapan, tersangka kemudian dibawa petugas ke RSUD HM Rabain untuk dilakukan forensik.

Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono didampingi Wakapolres Kompol Ari Sudrajat dan Kabag Ops Kompol Irwan Andeta langsung mendatangi kamar mayat untuk mengelar konfrensi pers.

“Pelaku yang tewas merupakan residivis kasus curas dan sudah berkali-kali melakukan aksi jambret didaerah Kabupaten Muaraenim, OKU dan kota Palembang,” kata Afner.

Afner mengungkapkan tersangka merupakan pelaku begal sadis. Sebab berdasarkan data yang dikumpulkan petugas, pelaku sering terlibat kasus begal dengan korban meninggal dunia.

“Pelaku memang tak segan-segan menghabisi nyawa korban saat sedang beraksi,” ucapnya.

Untuk saat ini, Afner menuturkan, pihaknya sedang menyelidiki modus operandi yang dilakuan tersangka. Selain membegal, pelaku yang berstatus pengangguran ini juga sering melakukan aksi serupa bersama kawanannya.

“Saat beraksi bersama kawanannya, pelaku memakai mobil avanza berplat palsu, mobil ini menjadi transportasi tersangka untuk melakukan aksi kejahatan di wilayah kabupaten kota lain,” ungkapnya.

Selain mengamankan tersangka, petugas juga berhasil mengamankan 1 unit mobil Avanza berwarna gold, dan 3 unit handphone merek Oppo, Xiomi dan Vivo. Barang bukti tersebut diduga merupakan hasil curian dan begal yang dilakukan tersangka selama beraksi.

“Totalnya pelaku sudah 10 kali beraksi, satu di antaranya, aksi pelaku membuat korban tewas yang terjadi di kota Palembang beberapa waktu lalu,” pungkasnya. (azw)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts