Polisi Ungkap Fakta Baru, Ibu yang Jual Bayi di Palembang Ternyata Hamil di Luar Nikah!

Kapolda Sumsel Irjen Pol Pol Toni Hermanto didampingi Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira dan Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi dalam press conference terkait kasus perdagangan bayi, Jumat (29/10/2021).

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Kasus bayi berumur 40 hari yang dijual ibu kandungnya sendiri Anita (25), warga Jalan Kemang Manis, Kecamatan Ilir Barat (IB) Palembang, senilai Rp7 juta terus bergulir.

Read More

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Pol Toni Hermanto turun langsung menyampaikan kepada awak media dalam press conference kasus ini, Jumat (29/10/2021).

Pantauan Sumselupdate.com Kapolda Sumsel didampingi Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira dan Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi.

Di tempat yang sama, terlihat empat orang tersangka termasuk ibu kandung dari bayi tersebut bernama Anita (25), Rohima (47), Putri Anggraini (27), dan Nazori (37) memakai baju tahanan khas berwarna orange.

Saat digiring Anita terlihat meneteskan air mata dan menyesali perbuatan yang dilakukannya.

Tak hanya itu, barang bukti uang senilai Rp2 juta, akte kelahiran, dan surat perjanjian adopsi yang sudah ditandatangani oleh Anita, Rohima, dan Ujuk Sali yang saat ini DPO.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Pol Toni Hermanto didampingi Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira dan Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi dalam press conference terkait kasus perdagangan bayi, Jumat (29/10/2021).

“Berasal dari tim Polrestabes Palembang yang mendapatkan informasi bahwa ada perdagangan bayi dan sudah diproses Tim Sat Reskrim Polrestabes Palembang,” ujar Irjen Pol Pol Toni Hermanto.

Jenderal Bintang Dua ini mengatakan bahwa bayi tersebut dihargai senilai Rp7 juta dan Rp6 juta diterima Anita dan satu juta mengalir ke Rohima dan anaknya Putri.

Sementara itu, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan mengungkapkan fakta baru jika Anita saat mengandung bayi tersebut belum ada ikatan pernikahan.

“Anita ini sudah hamil duluan sebelum nikah, untuk itu Bobi menikahi Anita secara siri agar status anak tersebut menjadi jelas,” katanya.

Atas tindakan tersebut keempatnya dijerat dengan pasal 76 F junto pasal 83 UUD No 35 2014 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu bayi milik Anita saat ini akan diserahkan ke Dinas Sosial Kota Palembang. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.