BREAKING NEWS: Suami Anita, Ibu Kandung yang Jual Bayi di Palembang Ditetapkan Tersangka!

Tersangka Bobi (baju hijau) saat menjalani pemeriksaan di Uni PPA Polrestabes Palembang, Sabtu (30/10/2021).

Laporan: Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Kasus bayi berumur 40 hari yang dijual ibu kandungnya sendiri Anita (25), warga Jalan Kemang Manis, Kecamatan Ilir Barat (IB) Palembang senilai Rp7 juta, terus bergulir dan berkembang.

Read More

Kekinian, Bobi (28), suami dari Anita atau ayah kandung bayi, ikut ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira dan Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi kepada wartawan, Sabtu (30/10/2021) mengatakan, ditetapkannya Bobi sebagai tersangka lantaran ikut terlibat dalam kasus penjualan bayi ini.

Menurut Kasat, ditetapkannya Bobi sebagai tersangka karena ternyata suami Anita ini ingin bayi yang dilahirkan istri Anita dijual seharga Rp10 juta.

Namun kenyataannya bayi malang itu hanya laku Rp7 juta. Melihat kenyataan pahit tersebut, Bobi akhirnya melaporkan istrinya ke aparat penegak hukum.

Fakta lain terungkap menurut Kasat, tersangka Bobi ternyata ikut menikmati hasil penjualan bayi sebesar Rp2 juta dan uang tersebut dibelikan shabu.

Atas perbuatannya, Bobi dijerat dengan Pasal 76 F junto Pasal 83 UU RI No.35 tahun tentang Perubahan atas UU Ri No 32 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sehari sebelumnya, Kapolda Sumsel  Irjen Pol Pol Toni Hermanto didampingi Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira dan Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi dalam press conference, Jumat (29/10/2021) mengatakan, dari laporan ayah kandung bayi itu anggota Satreskrim melakukan penyelidikan dan menelusuri sehingga ditemukan pembeli bayi di Kabupaten OKU Selatan.

Tersangka Bobi (baju hijau) saat menjalani pemeriksaan di Uni PPA Polrestabes Palembang, Sabtu (30/10/2021).

Pembeli bayi adalah pasangan suami istri yang tidak memiliki anak selama hampir tujuh tahun.

“Motif orangtua bayi menjual bayinya masih didalami. Kalau motif ekonomi belum bisa dipastikan tidak karena ayah kandung bayi memiliki pekerjaan sebagai wiraswasta. Bayi dijual Rp7 juta melalui perantara masing masing perantara dapat Rp500 ribu ibu bayi menerima enam juta,” kata Kapolda, Jumat (29/10/2021).

Di tempat yang sama, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra menambahkan kedua orang tua bayi adalah pasangan suami istri yang menikah siri.

Dikatakannya, bayi dijual melalui perantara kepada pasangan suami istri yang tidak memiliki anak di Kabupaten OKU Selatan saat bayi sudah berada di Palembang.

“Kemarin sore bayi atas perintah Kapolda Sumsel sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diperiksa kesehatannya. Alhamdulillah keadaan bayi sehat, kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menjaga sang bayi,” katanya.

Dikatakan Irvan, dugaan sementara Anita menjual bayinya karena motif ekonomi bisa.

Perantara penjual bayi menbujuk sang ibu agar bayi diberikan kepada orang tua yang ekonominya lebih berada sehingga masa depannya sang bayi lebih terjamin.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi mengatakan suami Anita yang juga ayah kandung bayi memang tinggal satu rumah.

Sang suami curiga karena anaknya tidak ada dan menanyakan kepada istrinya keberadaan anaknya. Kedua orang tua bayi memang status pernikahannya menikah siri.

“Terhadap empat orang tersangka ini kami jerat dengan pasal 76 F Jo pasal 83 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perdagangan manusia dengan ancaman hukuman paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun penjarat,” terang Kasat.

Sebagaimana diketahui Anggota Sat Reskrim Polrestabes Palembang menangkap seorang wanita bernama Anita (25). Tersangka ditangkap usai menjual anak kandungnya sendiri berusia 40 hari pada Kamis (21/10/21) lalu.

Selain Anita polisi juga menangkap tiga orang tersangka yang berperan menjual bayi tersebut kepada pasang yang belum dikaruniai anak.

Ketiganya yakni Nazori alias Gatot, Putri Anggraini, Rohima alias iim.

Diketahui bayi dijual seharga Rp7 juta melalui perantara kepada Pasutri yang tidak memiliki keturunan di Kabupaten OKU Selatan. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.