Balikpapan, Sumselupdate.com – Beredar video berdurasi 2 menit 43 detik menunjukkan aksi perundungan yang dilakukan sesama pelajar yang baru duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama atau SMP.
Video itu tersebar dan diteruskan berkali-kali di beberapa grup WhatsApp dengan narasi “bantu viralkan sampe dapat menurut info SMP 13 teritip,” tulis dalam video tersebut.
Dalam video tersebut terlihat, korban perundungan sedang duduk di kelas kemudian didatangi sejumlah teman-temannya.
Tampak korban dan salah satu pelaku adu mulut. Tak lama kemudian, ada pelaku yang memukul korban dan diikuti teman-teman lainnya. Mereka pun ramai-ramai menghajar korban.
Setelah dilakukan penelusuran Sumselupdate.com. Video tersebut teryata baru terjadi bulan lalu di Kota Balikpapan Kalimantan Timur, pada Selasa (27/2/2024) lalu.
Melansir liputan6.com aksi perundungan yang dilakukan sekelompok pelajar itu terjadi di SMP 13 Balikpapan.
Pihak sekolah mengaku, awalnya hanya terjadi perkelahian antara dua orang siswa dan telah dimediasi.
Namun beberapa saat kemudian, beredar video aksi penganiayaan oleh sejumlah siswa. Video itu beredar luas hingga sampai ke pihak orangtua korban penganiayaan.
Pihak sekolah kemudian langsung memanggil para siswa yang terlibat penganiayaan itu, beserta orangtuanya
Wali Kelas Nasrun kepada awak media mengatakan, pihaknya mengaku tidak tahu sebelumnya ada kejadian pengeroyokan.
“Memang sebelumnya ada kasus perkelahian, tapi itu hanya dua pihak yang disebutkan namanya. Selang beberapa hari ternyata ada video yang tersebar,” kata Nasrun.
“Pertikaian bermula ketika korban mengirimkan gambar tidak senonoh ke salah satu keluarga pelaku melalui media sosial,” katanya menambahkan.
Akibat kejadian itu, korban yang berusia 15 tahun mengalami luka robek pada bagian kepala.
Atas kejadian tersebut, kini kasus ini telah masuk ranah penyelidikan dari Unit PPA Polres Balikpapan, di mana ada enam pelaku yang sudah dimintai keterangan.
Kesimpulan, dari hasil penelusuran bahwa benar terjadi aksi penganiayaan antar sesama pelajar SMP yang terjadi di Kota Balikpapan. (**)











