Laporan: Diaz Erlangga
Palembang, Sumselupdate.com – Polisi pastikan tak ada korban dalam insiden terbakarnya gudang penampungan minyak jelantah, di Jalan Tanjung Aur, Kelurahan Bukit Baru Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang, Jumat (15/09/2023).
Insiden terbakarnya gudang penampungan minyak jelantah atau minyak goreng kotor itu sempat membuat geger warga lantaran asap hitam pekat membumbung tinggi. Minyak jelantah kotor yang tak terbakar juga diamankan dalam bentuk sampel sebagai barang bukti.
Kasatreskrim Polrestabes Palembang AKBP Haris Dinzah SIK MH yang meninjau langsung ke TKP gudang penampungan minyak jelantah yang terbakar.
“Kami pastikan dalam insiden ini tidak ada korban jiwa,” ucap AKBP Haris Dinzah SIK MH didampingi Kapolsek Ilir Barat 1 Kompol Ginajar Aliya Sukmana SIK pada Jumat (15/08/2023).
Kobaran api sendiri sempat merambat ke pekarangan kosong yang berada di belakang TKP dan memanggang ruko dua pintu yang ada di depan gudang penampungan minyak jelantah.
Namun menurut Haris sendiri kobaran api disebut dengan cepat dijinakkan setelah ada dua mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan.
“Peristiwa kebakaran diperkirakan hanya berlangsung setengah jam,” jelasnya.
Untuk dugaan sementara, Haris menyebut pemicu terbakarnya gudang penampungan minyak jelantah di Jalan Tanjung Aur itu akibat Bakaran sampah yang menyambar gudang penampungan minyak jelantah.
“Penjaga gudang awalnya membakar sampah tapi karena anginnya cukup besar sehingga apinya merambat,” ucapnya.
Lebih lanjut, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui pasti penyebab kebakaran.
“Kita akan mintai keterangan dari pemilik usaha minyak jelantah dan penjaga gudang,” ucap dia.
Pengakuan saksi dalam insiden kebakaran yang terjadi di jalan Tanjung Aur, Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang, menyebut gudang yang terbakar merupakan tempat penampungan minyak goreng bekas atau jelanta.
Hendra Yusuf (40) salah satu penjaga di gudang terbakar itu mengaku dalam insiden itu mengaku dirinya tengah membakar sampah.
“Setelah saya padamkan, saya tinggal keluar beli makan waktu saya pulang sudah lihat gudang yang terbakar,” ucap dia.
Peristiwa kebakaran gudang pengolahan minyak jelantah itu dijelaskan Yusuf berlangsung sekitar pukul 12:30 WIB.
Dari pantauan di TKP, akibat peristiwa kebakaran itu bongkahan kayu yang berada di samping gudang ludes terbakar meninggalkan arang.
Tak hanya itu sejumlah baby tank, karung wadah minyak jelantah kotor, dan ember cat turut terbakar di TKP. Di TKP sudah ada dua unit mobil pemadam kebakaran berupaya memadamkan api dari puing puing yang terbakar.
Sahron (54) pemilik dari gudang yang terbakar mengaku dirinya sejak tiga tahun terakhir menjalankan bisnis mengumpulkan minyak jelantah yang kemudian akan dijual ke Jakarta.
“Kalau yang terbakar minyak jelantah kotor mungkin ada sekitar 100 kilo,” ucapnya.
Sahron yang merupakan warga Jalan Kancil Putih Kelurahan Demang Lebar Daung, Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang, mengaku jika yang terbakar itu sedikit sebab sebelum insiden beberapa hari yang lalu sudah melakukan pengiriman ke jakarta lebih dari satu ton.
“Biasanya pengiriman ke jakarta sekitar satu ton, saya dapat minyak jelantah dari warung warung makan di Palembang,” ucap dia.
Terkait itu, juga di benarkan oleh camat Ilir Barat 1, Rachman Pane yang juga datang ke TKP, memastikan jika gudang yang terbakar di wilayahnya merupakan gudang penampungan minyak jelantah.
“Informasinya, ini usaha jual beli minyak jelantah,” ucap dia.
Rachman Pane juga memastikan terkait adanya ledakan yang terjadi di lokasi kebakaran bukan berasal dari minyak jelantah.
“Karena di samping gudang ini ada pohon bambu dan kondisi angin yang kencang pohon bambu itu yang terbakar dan mengeluarkan suara ledakan,” ucap dia. (**)











