Polda Sumsel Olah TKP Pembunuhan Satu Keluarga di Lahat

Suasana Rekonstruksi

Palembang, Sumselupdate.com – Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kediaman Giarno, Desa Gedung Agung, Kecamatan Merapi Timur, Lahat, Jumat (17/6). Giarno, pemilik warung bakso ojolali ‘Mas Gi Lahat’ ditemukan tewas mengenaskan bersama istri dan seorang anaknya.

Mereka diduga dibantai dan mayatnya ditemukan warga di Desa Sukajaya, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur.

Pantauan di rumah Giarno, kedatangan tim Labfor menarik perhatian warga. Tak hanya itu, lokasi kejadian yang berada di depan Jalinsum yang menghubungkan Lahat-Muaraenim juga menarik perhatian para sopir yang penasaran.

Diberitakan sebelumnya, tiga mayat ditemukan di wilayah OKU Timur dengan kondisi mengenaskan. Kendati demikian, belum diketahui penyebab tewasnya tiga beranak yang merupakan warga Provinsi Jawa Tengah itu.

“Kalau di Gedung Agung Baru tiga tahun, tapi sebelumnya memang sudah berada di Merapi Timur yakni Desa Arahan,” ujar kades Gedung Agung, Rahmat.

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kediaman Giarno, pemilik Warung Bakso Ojolali ‘Mas Gi Lahat’, polisi menduga Giarno bersama istri dan anaknya tewas dibunuh.

Pelaku pembunuhan diduga ingin memiliki harta benda yang dimiliki warga asal Provinsi Jawa Tengah tersebut.

“Sementara ini kita temukan senjata tajam yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban. Motifnya mengarah kepada pencurian atau keinginan pelaku untuk memiliki harta korban,” kata Direskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Daniel Tahimonang Silitonga, usai melakukan olah TKP, Jumat (17/6).

Selain mobil APV milik korban yang hilang, rumah korban juga diacak-acak. Meski demikian, pihaknya belum bisa menyimpulkan siapa dan berapa orang pelakunya.

“Kita masih terus kembangkan apa saja yang hilang. Sejauh ini keluarga korban tidak ada di wilayah desa sehingga belum dirinci apa saja barang yang diambil,”  katanya.

Selain memasang garis polisi di sekeliling rumah milik Giarno, polisi juga memasang garis polisi di rumah tetangga korban yang dihuni HN. Rumah HN berada persis di depan rumah korban atau di seberang jalan lintas Sumatera.

“Ya rumah salah satu warga ini kita ikut pasang garis polisi dan dijadikan lokasi olah TKP. Pasalnya, beberapa barang yang diduga milik HN berada di rumah korban pembunuhan,” jelas Direskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Daniel Tahimonang Silitonga.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, rumah yang ditempati HN merupakan rumah milik warga desa setempat. HN mengontrak rumah tersebut bersama sang istri.

Pasca-penemuan mayat dan terkuaknya asal mayat, HN tidak berada di rumah lagi. Hanya ada sang istri.

“Entah kita gak tahu kenapa digaris polisi rumah HN. Tapi memang pasca terkuaknya kejadian pembunuhan, HN sudah tak berada di desa entah kebetulan atau apa kita gak tahu,” ujar Aziz, warga Desa Gedung Agung. (ery)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.