Polda Metro Jaya Bebaskan Sekjen PB HMI

Rabu, 9 November 2016
Sekjen PB HMI Amijaya

Jakarta, Sumselupdate.com – Penyidik Polda Metro Jaya tidak menahan Sekretaris Jenderal Himpunan Mahasiswa Islam (Sekjen HMI) Amijaya yang menjadi tersangka terkait kerusuhan aksi 4 November lalu.

“Kita tidak tahan Sekjen HMI,” kata Kepala Unit IV Subdirektorat Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Armayni di Jakarta Rabu (9/11).

Read More

Namun, lanjut Armayni, penyidik tetap menahan empat tersangka anggota HMI lainnya yakni Ismail Ibrahim, Rahmat Muni, Romadon Reubun dan Muhammad Rizki Berkat.

Aparat Polda Metro Jaya menangkap kelima anggota HMI itu pada beberapa lokasi berbeda di Jakarta dan sekitarnya pada Senin (7/11) tengah malam. Kelima mahasiswa itu ditetapkan tersangka dan dikenakan Pasal 214 KUHP juncto Pasal 212 KUHP lantaran melawan petugas saat bertugas dengan ancaman penjara tujuh tahun.

Sementara itu, sejumlah pihak mempertanyakan dasar operasi penangkapan lima kader HMI yang salah satunya Sekjen PB HMI Amijaya yang ditangkap saat berada di kantor sekretariat HMI.

“Apakah penangkapan tersebut dilakukan sesuai protap? Juga kenapa pihak kepolisian tak melakukan pemanggilan terlebih dulu kepada yang bersangkutan?” kata Wakil Ketua DPR Fadli Zon dalam rilisnya kepada media, Rabu (9/11).

Fadli Zon pun mengingatkan, para aktivis HMI itu bukan pelaku tindak kriminal sebagaimana penjahat terorisme atau narkotika. “Mereka menggunakan hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat, atas lambatnya proses penegakkan hukum di Indonesia terkait kasus penistaan agama oleh Ahok,” tegas Fadli Zon.

Fadli meminta agar insiden yang terjadi pada 4 Nopember malam diusut lebih dulu agar bisa diketahui siapa memprovokasi siapa, siapa yang memulai keributan, dan siapa yang memerintahkan lontaran gas airmata. Lalu, apakah itu sudah sesuai prosedur penanganan.

“Perlakuan pihak kepolisian hendaknya jangan berlebihan. Harus proporsional dan profesional. HMI adalah organisasi mahasiswa yang terpandang dan telah melahirkan banyak pemimpin bangsa,” jelasnya.

Lebih lanjut Fadli mengatakan, operasi penangkapan kepolisian terhadap lima kader HMI yang tidak proporsional dikhawatirkan akan semakin memperkeruh suasana, terlebih menggunakan cara-cara yang dianggap kurang wajar yakni dilakukan tengah malam.

Penangkapan kader HMI ini, menurutnya, juga akan memperkuat kecurigaan masyarakat bahwa hukum di Indonesia tajam ke bawah tumpul ke atas. Bahkan ini bisa dilihat sebagai upaya mengebiri sikap kritis masyarakat terhadap kasus Ahok.

Selain itu, ia mempertanyakan tindakan kepolisian yang sangat cepat melakukan penangkapan terhadap kader HMI, padahal kasusnya baru terjadi beberapa hari. Sementara di sisi lain, ia melihat kepolisian lambat dalam menangkap Ahok meski bukti dan saksi ahli sudah lengkap. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts