PMI Palembang Perkenalkan Terapi Penyembuhan Pasien Covid-19

Terapi Plasma Konvalesen menjadi salah satu alternatif penyembuhan pasien positif Covid-19.

Palembang, Sumselupdate.com – Serentak se-Indonesia di 31 Unit Transfusi Darah (UTD) termasuk Kota Palembang, melakukan donor Plasma Konvaselen, Senin (18/1/2021). Terapi Plasma Konvalesen menjadi salah satu alternatif terapi yang digunakan untuk menyembuhkan pasien dengan positif Covid-19.

Kepala UTD Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang, dr Silvi Dwi Putri mengatakan, Plasma Konvalesen diperuntukkan bagi pasien Covid-19, dengan gejala sedang dan berat. Karena ini masih baru, maka belum ada stok yang tersedia. Sehingga diharapkan kesediaan orang yang sudah sembuh untuk donor.

Bacaan Lainnya

Sebelum melakukan donor, anti bodi pendonor akan diperiksa. Selain itu pernah terdiagnosis konfirmasi Covid-19 dilihat dari hasil Swab PCR dan/atau Swab Antigen dan telah bebas gejala Covid-19, seperti demam, batuk, sesak, diare, sekurang-kurangnya 14 hari setelah dinyatakan sembuh.

Berat badan minimal 55 kg, sebab, pengambilan darah konvensional dengan kantong 400-600 Cc.  Selain itu diutamakan pria atau wanita tidak pernah hamil sebelumnya.

“Kita punya alatnya sendiri Apheresis Hemolitik dimana satu hari bisa melakukan donor Plasma Konvalesen sebanyak 5 orang,” katanya, Senin (18/1/2021).

Karena baru ada di Kota Palembang, maka UTD melakukan komunikasi dengan rumah sakit dan Dinas Kesehatan untuk sosialisasi kepada keluarga pasien. Sebab saat ini baru ada lima pendonor, sedangkan kebutuhan rumah sakit cukup banyak.

“Calon pendonor itu, maksimal tiga bulan setelah sembuh dari Covid baru bisa donor Plasma Konvalesen, karena jika lebih dari itu antibodinya sudah sedikit,” katanya.

Pasien Covid-19 yang membutuhkan plasma ini, diharuskan membayar seharga Rp2 juta perkantong.

“Tidak di cover BPJS Kesehatan, makanya pasien bayar,” katanya.

Salah seorang pendonor Plasma Konvalesen, dr Awang Dodi Irwanda, dari Departement Anastesi RSMH Palembang, mengatakan ia telah terkonfirmasi Covid-19 pada 4 Desember 2020 dan sembuh 21 Desember 2020.

Proses donor sekitar 50 menit dengan 425 cc darah yang diambil. Awang bergolongan darah B dan berharap bisa bermanfaat.

“Terapi ini untuk pasien kritis. Masyarakat yang sudah sembuh dan bebas gejala klinis bisa donor,” katanya. (Iya)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.