PKD Sumsel 2021, Kerupuk Manggalo Sabet Juara Pertama Kategori Video Makanan Tradisional 

Salah satu proses pembuatan Kerupuk Manggalo yakni dijemur.

PALI, Sumselupdate.com Kerupuk Manggalo berhasil menjadi juara pertama dalam Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Sumatera Selatan (Sumsel) kategori video makanan tradisional Sumsel.

Hal itu diketahui melalui surat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel, dengan nomor 556/3429/Disbudpar.III/2021 perihal pengumuman pemenang kompetisi PKD Sumsel tahun 2021.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten PALI, Drs Effendi mengaku sangat bangga atas capaian yang ditorehkan oleh Arli, yang kesehariannya memang aktif sebagai pegiat wisata yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tebat Jambu.

Alhamdulillah, ini suatu prestasi yang membanggakan bagi kabupaten PALI, dimana berhasil mendapat juara satu di tingkat provinsi Sumsel. Mewakili Bupati dan Pemerintah kabupaten PALI, kami sangat mengapresiasi torehan prestasi yang sudah diraih,” kata Effendi.

Ia berharap, prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi seluruh pemuda dan pemudi di Bumi Serepat Serasan, untuk menghasilkan karya-karya kreavitasnya demi mengharumkan nama baik Kabupaten PALI.

“Apa yang sudah dilakukan Arli, sangat menginspirasi dan harapan kita bisa diikuti oleh anak muda yang lainnya. Selain itu, saya juga berharap agar melalui kompetisi yang diikuti bisa mengenalkan produk khas, budaya dan adat istiadat dari kabupaten PALI, ke tingkat nasional,” tutupnya.

Sementara itu, Arli Firgianto mengaku pembuatan Kerupuk Manggalo, terinspirasi karena 90 persen warga di Kecamatan Tanah Abang, yang berprofesi sebagai petani, salah satunya petani Manggalo atau ubi.

Dijelaskan Arli, Kerupuk Manggalo merupakan kerupuk yang terbuat dari bahan bakunya ubi.

“Prosesnya ubi singkong pertama kali dikupas setelah itu dicuci bersih dan diparut. Kemudian setalah diparut ubi singkong dimasukan ke dalam karung lalu diendapkan dengan ditumpuk menggunakan karung yang telah berisi pasir selama dua hari supaya kadar air yang terkandung di dalam ubi singkong keluar dan untuk mengurangi rasa asam dari ubi singkong tersebut,” terang Arli.

Setelah kadar airnya hilang, ditambah Arli ubi singkong diaduk dengan gandum dan sagu lalu dibentuk menggunakan isaran.

“Setelah terbentuknya menjadi kerupuk mentah lalu dikukus di dalam kuali sampai matang kemudian di jemur sampai kering lalu di goreng,” jelasnya.

Dia berharap setelah menjadi juara pada PKD Sumsel tahun 2021, bisa semakin mengenalkan makanan khas dari Kabupaten PALI.

“Harapan kita makanan-makanan khas dari kabupaten PALI, bisa semakin dikenal. Kemudian kepada pemerintah, kami berharap ada bantuan sehingga produk khas kabupaten PALI bisa semakin dikenal masyarakat luas,” tutupnya. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.