Laporan Syahrial Hadi
Muaraenim, Sumselupdate.com — Menanggapi keluhan masyarakat Kelurahan Gelumbang, tentang pelaksanaan pengerjaan proyek drainase Sungai di Kelurahan Gelumbang, tidak sesuai harapan masyarakat, Pj.Bupati Muaraenim, Dr. H. Nasrun Umar SH, MM, didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Muaraenim, Nino Andrian SE, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pengerjaan proyek di Kelurahan Gelumbang, Jumat (27/8/2021).
Tampak mendampingi Camat Gelumbang, H. Restu JK, S.Sos M.Si, Kapolsek Gelumbang, AKP Morris Widhi Harto SIK, Lurah Gelumbang, Lismarama Warni SE serta beberapa Tokoh Masyarakat Kelurahan Gelumbang.
Pj. Bupati Muaraenim Dr. H. Nasrun Umar, SH MM, beserta rombongan langsung ke lokasi pengerjaan proyek drainase Sungai Kelurahan Gelumbang, serta menyusuri sungai dan mendengarkan keluhan apa dari masyarakat Kelurahan Gelumbang tentang pengerjaan drainase sungai tersebut.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Muaraenim, Nino Andrian SE, yang sempat dibincangi Sumselupdate.com menjelaskan, kedatangan Pj. Bupati Muaraenim ini, menindaklanjuti keluhan masyarakat tentang pembangunan di Kelurahan Gelumbang, yang salah satunya pengerjaan normalisasi sungai ini.
Pj. Bupati Muaraenim menegur keras kepada pihak PPK agar mengerjakan sesuai dengan harapan masyarakat, jangan sampai proyek yang menelan anggaran milyaran ini tidak ada manfaatnya bagi masyarakat.
Masih kata Nino, normalisasi sungai ini adalah salah satu dari Pokok Pikiran (Pokir) dirinya, yang disahkan Tahun 2020 dan dilaksanakan tahun 2021 ini.
“Masyarakat mengeluhkan bahwa pengerjaan normalisasi ini tidak sesuai azaz manfaatnya kedepan dan kurang sesuai dengan harapan mereka. Ini hanya miss-komunikasi antara pihak pemborong, PPK dan masyarakat, tidak adanya kordinasi sehingga pengerjaan normalisasi sungai ini tidak sesuai harapan,” ujarnya.
Sambung Nino, rancangan pihaknya kedepannya untuk membangun Turap atau tanggul penahan, sehingga nantinya akan diusulkan pengerasan jalan dan selanjutnya akan dibangun jalan, sehingga Kelurahan Gelumbang ada jalan normalisasi, dan azaz manfaatnya juga banyak manfaat buat masyarakat.
Syamsul Bahri, selaku tokoh masyarakat, berharap normalisasi sungai ini dibuat lurus bukan seperti yang sekarang ini, yang dianggapnya seperti ular berbelok-belok.
“Karena asalnya sungai Gelumbang ini lebar, luas dan lurus, dan pengerjaannya juga tidak pernah kordinasi dengan masyarakat maupun pihak pemerintah kelurahan, jadi proyek normalisasi sungai ini tidak sesuai dengan harapan kita,” pungkasnya.(**)











