Muaraenim, Sumselupdate.com – Untuk mengantisipasi masalah penyalahgunaan dan penyimpangan organisasi kemasyarakatan atau Ormas, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (BKBP) Kabupaten Muaraenim
mengadakan pembinaan bagi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Ormas, di Hotel Griya Serasan Muaraenim, Kamis (30/3/2017).
Namun sayang, kegiatan rutin digelar setiap tahun tersebut mendapat beberapa kritik dari peserta yang mengikuti pembinaan. Seperti disampaikan Suhaimi Dahalik yang mewakili DPD LSM Sigap Muaraenim.
Ia menyayangkan pembatasan jumlah peserta oleh pihak penyelenggara yang hanya berjumlah 50 organisasi. “Padahal jumlah organisasi LSM dan Ormas di Kabupaten Muaraenim hampir 200, ini kan dapat membuat kecemburuan,” ucapnya.
Selain itu, Suhaimi juga menuding panitia penyelenggaraan kurang persiapan dalam pelaksanaan kegiatan. Hal ini menurutnya terlihat dari pembagian snack saat coffee break usai pembukaan.
“Kita disuruh antre buat ambil snack dan kopi, ternyata kue nya habis dan banyak yang tidak kebagian. Kita juga terpaksa meminum kopi pahit karena gula nya habis,” keluh Suhaimi yang juga didampingi beberapa anggota ormas lain.
Meski demikian, ia tetap mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan BKBP Muaraenim tersebut. Dirinya berharap agar kegiatan serupa ke depan dapat ditingkatkan agar lebih baik lagi. “Kita berharap ke depan pelaksanaan semakin baik, mulai dari penambahan kuota peserta dan fasilitas peserta yang lebih baik, bukan hanya buku catatan dan map plastik,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala BKBP Muaraenim, Andy Wijaya saat dikonfirmasi Sumselupdate.com membantah jika kegiatan tersebut kurang persiapan. Serta pembatasan jumlah peserta tersebut karena minimnya anggaran.
“Ini karena keterbataan anggaran. Jadi peserta nya dipilih 50 dari 98 LSM dan Ormas yang aktif dan kecamatan yang berada dekat dengan Muaraenim,” kilah Andy.
Dijelaskan Andy, tahun sebelumnya jumlah peserta yang mengikuti pembinaan tersebut berjumlah 100 peserta. “Ya kalau anggarannya memungkinkan kita tidak mungkin membatasi jumlah peserta,” lanjutnya.
Mengenai kekurangan snack, Andy mengatakan bahwa itu adalah tanggung jawab pihak hotel. “Untuk snack pihak hotel yang memfasilitasi,” paparnya.
Lebih jauh Andy mengatakan, kedepan pihaknya akan berupaya untuk meningkatkan pelaksanaan kegiatan itu agar lebih baik. “Kita pastikan untuk organisasi yang tidak tercover tahun ini akan di masukan tahun depan,” imbuh Andy. (azw)











