Martapura, Sumselupdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur menggelar Pekan Kreatifitas dan Seni atau Pentas Keagamaan.
Untuk pertama kalinya, kegiatan yang dipusakan di Hotel Puri Tani tersebut melibatkan lintas agama yang ada di OKU Timur yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha, Jumat (10/5/2024).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur, Wakimin, SPd, MM mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pemuka agama yang hadir dalam kegiatan ‘Pentas Keagamaan’.
Ia berharap melalui ajang ini bisa mengembangkan bakat, minat dan potensi setiap peserta didik.
“Kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari program OKU Timur Cemerlang (Cerdas, Merata, Berprestasi dan Gemilang) yang digagas Disdikbud OKU Timur untuk mewujudkan visi dan misi Bupati OKU Timur ‘Maju Lebih Mulia’,” ujarnya.
Dikatakannya, menjadi komitmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur untuk mewujudkan pendidikan yang merata dan maju, sehingga dapat memberikan prestasi yang gemilang untuk daerahnya.
“Pelaksanaan pentas keagamaan 2024 ini merupakan wujud pendidikan dan toleransi sebagai potret kecil kerukunan beragama khususnya yang ada di OKU Timur,” ucapnya.
Ia menambahkan, sebagai daerah pluralisme OKU Timur memiliki spirit untuk menjadi cerminan bagi daerah lain, dengan hidup berdampingan secara guyub rukun tanpa adanya gesekan antar umat beragama.
“Ajang ini menjadi wadah untuk mencari, menampilkan dan melihat bakat serta potensi setiap peserta didik sehingga menumbuhkan semangat juang dan mental juara satuan pendidikan maupun peserta didik untuk mengekspresikan potensinya melalui panggung kreatifitas,” terangnya.
Kegiatan yang dihadiri Ketua BINMAS agama Budha Sumsel, tokoh-tokoh agama mulai dari Islam, Kristen, Hindu sampai dengan Katolik tersebut disambut dengan penuh antusias dan apresiasi.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Edi Subandi di sela kegiatan memberikan apresiasi kepada siswa-siswi yang sedang bertanding.
Dirinya meyakini, para peserta yang mengikuti kegiatan kali ini merupakan siswa dan siswi pilihan yang telah dijaring dengan mekanisme yang ada.
“Mudah-mudahan dari 300 peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat menularkan semangat pluralistis kepada para peserta lainya di sekolah nantinya,” imbuhnya. (**)











