Penyidik Segera Limpahkan Berkas Perkara Augie Cs ke PN Tipikor

Kasi Intel Kejari Palembang, Fandie Hasibuan

Palembang, Sumselupdate.com – Tim penyidik Pidsus Kejari Palembang, segera akan melimpahkan berkas perkara dua tersangka Augie Yahya Bunyamin mantan Dirut Swarna Dwipa, dan kontraktor proyek PT Palcon Indonesia bernama Ahmad Tohir, ke PN Tipikor Palembang.

Hal ini diungkapkan Kajari Palembang melalui Kasi Intel Kejari Palembang, Fandie Hasibuan, saat dikonfirmasi, Kamis (27/10/2022)

Bacaan Lainnya

“Ya, dalam waktu dekat berkas perkara dua tersangka akan kita limpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor,” katanya

Ia juga mengatakan, kedua tersangka dijerat dengan pasal dugaan korupsi primer Pasal 2 atau subsider Pasal 3 Jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 2009 tentang Tipikor, dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya Kejari Palembang, resmi menerima pelimpahan tahap ll dua tersangka Augie Yahya Bunyamin (59) sebagai mantan Dirut Swarna Dwipa, dan kontraktor proyek PT Palcon Indonesia bernama Ahmad Tohir (56).

Keduanya terlibat kasus dugaan korupsi pembangunan hotel Swarna Dwipa
dengan pagu anggaran Rp37 miliar tahun 2016-2017 tidak sesuai prosedur.

“Ya benar hari ini telah dilakukan pelimpahan tahap II penyerahan berkas dan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan hotel Swarna Dwipa Palembang atas nama dua tersangka Augie Yahya Bunyamin serta Ahmad Tohir,” kata Kasi Intelijen Kejari Palembang Fandie Hasibuan membenarkan tahap II.

Secara singkat dia menerangkan, bahwa kasus yang menjerat dua tersangka tersebut yakni diduga pembangunan renovasi hotel Swarna Dwipa dengan pagu anggaran Rp37 miliar tahun 2016-2017 tidak sesuai prosedur.

“Serta diduga adanya pengurangan volume proyek yang tidak sesuai dengan laporan tersangka Augie Bunyamin, saat di lakukan pemeriksaan oleh ahli ternyata pengerjaan proyek tersebut hanya 42 persen dari 82 persen yang dilaporkan tersangka Augi Bunyamin,” terang Fandie.

Sehingga, lanjut Fandie diduga adanya persengkongkolan yang telah dilakukan oleh kedua tersangka, hingga akibat perbuatannya menyebabkan adanya kerugian keuangan negara sebesar Rp3,6 miliar.

Untuk itu, masih kata Fandie kedua tersangka dijerat dengan pasal dugaan korupsi primer Pasal 2 atau subsider Pasal 3 Jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 2009 tentang Tipikor, dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.

Ia juga mengatakan, untuk saat ini usai pelimpahan tahap II dari penyidik Polda ke pihak Kejari Palembang, hanya menunggu waktu untuk segera melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Negeri (PN) Palembang. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.