Pengusaha Asal Pagaralam Mulai Budidayaka Tanaman Jenis Porang

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Porang, salah satu jenis umbi-umbian yang tengah jadi perbicangan, setelah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, menyebutnya sebagai makanan masa depan.

Read More

Sejenis umbi-umbian yang biasa dijadikan beras, sirataki, campuran produk makanan, sampai kosmetik ini dikenal kaya akan manfaatnya.

Masyarakat di Kota Pagaralam mulai mengembangkan porang dengan memanfaatkan lahan tidur untuk meningkatkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Noperman Duaji (50), petani porang, di kota Pagaralam, Kamis (30/9) mengatakan dia mengembangkan tanaman penghasil umbi memanfaatkan lahan tidur untuk membantu perekonomian.

“Awalnya, melihat peluang hasilnya menjanjikan, sehingga menanam porang ini menjadi lebih serius,” kata Noperman.

Noperman mengatakan dirinya bekerja sebagai wirausaha yang juga adik bungsu dari Komjen (Purn) Susno Duadji di kota Pagaralam.

Tanaman umbi-umbian porang

Dia mendapat penghasilan lebih dengan menanam porang. Menurut Noperman, dia menanam tanaman porang di lahan seluas 10 hektar,” ujarnya.

Noperman mengatakan usia maksimal panen porang berkisar 1,5 hingga dua tahun. Setiap 5 hingga 8 bulan tumbuhan sejenis talas ini mengalami dorman. Di fase dorman ini, batang porang akan layu dan mati lepas dari umbi. Kemudian batang baru akan tumbuh.

“Ketika masa dorman, maka bisa panen yang biasa disebut biji katak untuk cikal bakal bibit. Biji besar dinamakan katak super, biji kecil katak biasa,” kata Noperman

Noperman mengatakan biji katak porang juga bernilai ekonomis sama dengan umbi atau buah porang. Harga biji katak biasa (kecil) berkisar Rp180 ribu hingga Rp250 ribu per kilogram. Sedangkan harga biji katak super berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 350 ribu per kilogram,” ujarnya.

Harga umbi porang basah berkisar Rp 7.000 hingga Rp15 ribu per kilogram. Sementara, umbi porang yang sudah keringkan mencapai Rp 55 ribu per kilogram,” kata Noperman. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.