Jakarta, Sumselupdate.com – Serapan kendaraan roda empat di tanah air masih cukup bagus. Data sementara menunjukkan, di pasar domestik lebih banyak serapan mobil jenis Multi Purpose Vehicle (MPV). Sedangkan di pasar internasional, justru mobil jenis sedan yang banyak dibeli pasar.
Kondisi tersebut, mendorong pemerintah melalui Kementerian Perindustrian untuk meminta kepada para produsen otomotif agar bisa memproduksi mobil sedan berstatus “murah”. Sehingga, jika pasar sedan di tanah air membesar, Indonesia mampu mengekspornya untuk pasar global, karena di dunia segmen tersebut yang paling besar.
Menurut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan, pasar paling besar di dunia adalah sedan, sedangkan di Indonesia Multi Purpose Vehicle (MPV). Oleh karena itu, untuk meningkatkan volume produksi dan penjualan, maka harus dimulai memproduksi sedan.
“Ke depannya para produsen otomotif di Indonesia mampu membuat sedan kecil. Mungkin dari sedan kecil itu, penjualan dan volume produksi bisa meningkat, sehingga kita bisa bersaing dengan Thailand,” ujar Putu di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, akhir pekan lalu sebagaimana dilansir oleh Kompascom.
Putu melanjutkan, jika para produsen bersedia, maka bisa memanfaatkan platform Low Cost Green Car (LCGC). Sehingga, harganya bisa lebih murah, karena mendapatkan insentif pajak dari pemerintah.
“Kalau platform LCGC diubah menjadi sedan kecil itu lebih mudah. Kedepannya pasti sedan laku di Indonesia,” kata Putu.
Selama tiga bulan pertama 2016, total segmen “mobil murah” sudah mencapai 41.301 unit, masih menjadi salah satu penyumbang terbesar volume penjualan otomotif nasional. Nantinya, jika ada sedan “murah” diharapkan bisa sesukses model LCGC lainnya. (adm3)











