Jakarta, Sumselupdate.com – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat, mulai dari tingginya beban kebutuhan sehari-hari, sulitnya memperoleh pekerjaan layak, hingga daya beli kelas menengah yang belum sepenuhnya pulih.
Hal tersebut disampaikan AHY dalam Pidato Politik memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu (5/9/2026) malam.
Dalam pidatonya, AHY menetapkan tiga agenda utama yang menjadi pedoman perjuangan seluruh kader Demokrat, yakni memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi.
Menurut AHY, perubahan zaman membuat tantangan pemerintah dan harapan masyarakat ikut berubah. Karena itu, kader Demokrat diminta tidak hanya melihat persoalan dari angka-angka ekonomi, tetapi turun langsung melihat kondisi masyarakat.
“Zaman terus bergerak, tantangan pemerintah dan harapan rakyat juga berubah. Karena itu, malam ini saya ingin menegaskan tiga agenda perjuangan yang harus menjadi pedoman seluruh kader Demokrat dari pusat hingga daerah: 1. Memajukan ekonomi. 2. Menegakkan keadilan. 3. Menjaga demokrasi,” ujar AHY, seperti dilansir Suaracom.
Khusus mengenai ekonomi, AHY meminta kader Demokrat mendengarkan langsung persoalan yang dihadapi masyarakat, baik di pasar maupun melalui media sosial.
Ia secara terbuka mengakui masih banyak keluarga yang harus bekerja keras, namun belum merasakan kehidupan yang semakin mudah. Kondisi tersebut tercermin dari tingginya tekanan biaya hidup yang harus dihadapi masyarakat sehari-hari.
“Harus kita akui dengan jujur, masih banyak keluarga yang bekerja keras tetapi merasa hidup belum semakin mudah. Harga kebutuhan sehari-hari masih menekan. Mendapatkan pekerjaan yang layak tidak selalu mudah,” jelas AHY.
AHY menilai persoalan tersebut menjadi sinyal bahwa perbaikan ekonomi belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Menurut dia, banyak keluarga bahkan harus meningkatkan upaya untuk mengejar biaya hidup yang terus bertambah. Situasi ini juga semakin berat bagi kelompok pekerja informal dan kelas menengah.
“Mendapatkan pekerjaan yang layak tidak selalu mudah. Banyak keluarga harus bekerja keras agar penghasilan mereka mampu mengejar biaya hidup yang terus bertambah,” katanya.
Tidak hanya rumah tangga, AHY juga menyoroti kondisi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, masih banyak UMKM yang kesulitan memperluas pasar dan meningkatkan skala usaha.
Persoalan lapangan kerja dan daya beli, lanjut AHY, masih menjadi momok utama berdasarkan berbagai survei nasional.
“Lapangan pekerjaan yang berkualitas belum cukup, daya beli banyak keluarga masih tertekan, kelas menengah menghadapi biaya hidup yang semakin berat. Banyak UMKM masih berjuang memperluas pasar dan meningkatkan skala usahanya,” tegasnya.
AHY pun meminta kader Demokrat tidak terjebak pada capaian ekonomi yang terlihat di atas kertas. Menurutnya, kondisi riil masyarakat harus menjadi perhatian utama dalam menjalankan agenda politik dan pembangunan.
Ia bahkan mengingatkan kader agar tidak menjauh dari persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kita tidak boleh mengabaikannya. Jangan menjauh dari kenyataan. Dengarkan, pahami, dan perjuangkan jalan keluarnya. Sebab di balik setiap angka ekonomi, ada kehidupan manusia,” pungkas AHY.(src/adm5)











