Palembang, Sumselupdate.com – Progres pembangunan kereta ringan, Light Rail Transit (LRT) di Kota Palembang sejak bulan September tahun lalu baru mencapai 6,01 persen.
Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel mengungkapkan, tahapan pembangunan pondasi yang saat ini masih terus berlangsung merupakan bagian dari 0-15 persen pembangunan yang dikategorikan tahap kritis.
Tahap kritis yang dimaksud yakni tahapan pembangunan yang memiliki tingkat kompleksitas dan akurasi yang tinggi serta membutuhkan banyak koordinasi dengan banyak stakeholder.
“Pada tahap ini kita menghadapi masalah dengan adanya penyesuaian tata letak pondasi yang bersinggungan dengan fly over. Selain itu juga pemindahan utilitas seperti pipa gas, Telkom dan PLN. Tapi semua pihak sudah komitmen untuk mendukung proyek ini,” kata Kadishub Provinsi Sumel Nasrun Umar, Selasa (03/5).
Sementara pembangunan lintasan kritis di Sungai Musi juga dianggap tahapan pembangunan kritis. Dalam hal ini banyak stakeholder akan dilibatkan, seperti untuk mengatur arus lalu lintas di Sungai Musi.
Target pengerjaan lintasan kritis ini sendiri, sambung Nasrun akan selesai di akhir tahun 2016.
“Nantinya di akhir Mei ini, PT KAI akan segera melakukan pelelangan untuk rolling stock, direncanakan di akhir tahun 2017 rolling stock ini sudah ada di Palembang,” jelas Nasrun. (adi)











