Pembunuhan Saiful Ternyata Dilatari Pelaku Kesal dengan Suara Pertengkaran Korban dengan Mantan Istri

Jumat, 9 Desember 2016
Petugas Polsek Sukarame mengevakuasi jasad Saiful Effendi yang tewas terbunuh di pinggir Jalan Soekarno-Hatta depan Giant Mall.

Palembang, Sumselupdate.com – Peristiwa pengeroyokan hingga menyebabkan korban Saiful Effendi (37), warga Jalan Bambang Utoyo, Lorong Anggrek Ujung, RT 17 No 2009, Kelurahan 5 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, menemui ajal akhirnya terungkap.

Ternyata kasus pemunuhan Saiful Effendi yang meregang nyawa dengan tiga luka tusuk di bagian dada dan punggung di Jalan Soekarno-Hatta depan Giant Mall pada Minggu (4/12/2016), sekitar pukul 04.00, dilatarbelakangi para pelaku kesal lantaran suara keributan korban dengan mantan istrinya dituding telah mengganggu aktivitas kafe, tempat para pelaku bekerja sebagai petugas keamanan.

Read More

Kasus ini terungkap setelah salah satu pelaku bernama Agus Salam alias Rama (32), warga Perumnas Talang Kelapa, Blok VI No 72, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang Alang Lebar, Palembang diciduk di kediaman pada Rabu (7/12) sore.

Setelah mengamankan Rama, petugas langsung memburu rekan tersangka, Aan (DPO) di rumahnya, namun sangat disayangkan berhasil kabur sebelum polisi mendatanginya.

“Benar, salah satu pelaku sudah berhasil kita amankan, kini kami masih memburu rekannya yang sudah kami kantungi identitasnya,” jelas Kabag Ops Polresta Palembang, Kompol Andi Kumara SH SIk MSi melalui Kasubag Humas Polresta, Iptu Riska, Jumat (9/12/2016).

Iptu  Riska menjabarkan peristiwa berawal saat terjadi salah paham, di mana tersangka mengusir korban karena mengganggu kenyamanan tamu kafe Lampu Merah (LM) tempat dirinya mencari nafkah.

“Awalnya korban bertengkar dengan mantan isterinya di kafe. Karena dianggap mengganggu kenyamanan tamu, tersangka lalu mengusirnya. Namun korban ternyata tidak terima, terjadilah pertengkaran. Rekan tersangka yang melihat keributan itu, juga ikut mengeroyok hingga korban mengalami luka tusuk di bagian dada dan punggung,” jelasnya.

 

Tersangka Pengeroyokan Agus Salam alias Rama

 

Sementara, tersangka Rama saat diinterogasi mengaku kesal dengan perilaku korban.

“Memang pada Minggu (4/12/2016) pukul 04.00 saya bertugas, dia (korban –red) terlibat pertengkaran dengan seorang wanita, diketahui mantan isterinya. Saya sempat melerai keributan itu, tapi dia malah marah. Kesal saya tujah dadanya sebanyak dua lubang dan punggung selubang,” jelas tersangka.

Mayat korban ditemukan pertama kali oleh Rasyid (46), warga Talang Keramat RT 17 Kelurahan Talang Keramat Kabupaten Banyuasin saat melintasi Jalan Soekarno Hatta pada Minggu (4/12/2016), sekitar pukul 10.00.

“Saat melintas di depan Giant Mall, saksi melihat korban tergeletak dalam parit dengan kondisi luka tusuk di bagian dada dan punggung belakang sebelah kanan. Kami yang saat itu piket langsung lakukan olah TKP dan mengambil sidik jari korban untuk pemeriksaan lebih lanjut. Lalu, kami mengevakuasi korban ke kamar mayat RS Bhayangkara,” kata  Kasat Reskrim Polresta, Kompol Maruly Pardede SH SIk MH melalui Kanit Identifikasi, Aiptu Agus Wijaya SPsi, saat ditemui di tempat kejadian. (ery)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts