Pemberlakuan Aturan, Pemerintah Kekurangan 1.200 Kamar Karantina Tampung WNA-WNI Malam Tahun Baru

Jakarta, Sumselupdate.com – Aturan karantina bagi WNA (Warga Negara Asing) dan WNI (Warga Negara Indonesia) yang baru datang ke Indonesia mulai berlaku.

Namun malam tadi, pemerintah mengaku kekurangan 1.200 kamar untuk menampung WNA-WNI yang baru mendarat di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno di akun Instagramnya. Dia menyebut dirinya sudah melakukan koordinasi dengan Dirut Angkasa Pura II dan juga Kepala Staf Komando Daerah Militer) serta tim yang menangani surat edaran 3 dan 4 dari Satgas Covid-19 tentang penutupan perbatasan untuk Warga Negara Asing (WNA) dikarenakan varian baru Covid-19.

“Kita harus mencari karena malam ini ada kekurangan 1.200 yang sangat diperlukan untuk menangani proses karantina 5 hari WNI, WNA yang datang sebelum tanggal 1 Januari atau tepat pukul jam 00.00 malam ini (malam tahun baru-red),” ujar Sandi, seperti dikutip dari laman detikcom.

Sandi mengatakan pihaknya sudah menghubungi Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Seluruh Indonesia Hariyadi Sukamdani untuk mencarikan 1.200 kamar yang kurang.

“Semoga bisa tersolusikan dengan baik. Perkembangan sangat cepat sekali, kita butuh gerak cepat agar WNA dan WNI yang mendarat malam ini bisa ditampung di hotel yang dipersiapkan untuk memastikan mereka bebas dari varian baru Covid-19,” ujarnya.

Aturan karantina ini sebelumnya diumumkan oleh Menlu Retno Marsudi beberapa waktu lalu. Retno mengatakan pemerintah akan memberikan kesempatan bagi WNA yang hendak ke Indonesia hingga 31 Desember 2020 dengan membawa sejumlah syarat. Syarat yang diperlukan mulai dari RT PCR hingga menjalani isolasi selama 5 hari.

Sementara itu bagi warga negara Indonesia (WNI) yang kembali dari luar negeri tetap diperkenankan masuk ke Indonesia dengan menyediakan syarat yang sama yakni bukti RT PCR, hingga menjalani isolasi selama 5 hari.

Kemudian Retno menyampaikan aturan larangan masuk buat WNA itu bisa dikecualikan bagi pejabat negara lain setingkat Menteri yang memenuhi undangan resmi dari Indonesia dengan menerapkan protokol kesehatan. (adm3/dtc)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.