Peluru Diduga Amunisi Karet, Begini Penampakan Nelayan Asal Sungsang Banyuasin yang Kritis

Writer: - Minggu, 13 Juli 2025
Kondisi Yogi Pratama, nelayan asal Sungsang, Kabupaten Banyuasin yang sempat kritis usai terkena tembakan saat masih dalam perawatan intensif di RS Islam Ar Rasyid Palembang, Minggu (13/7/2025). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

‎‎Palembang, Sumselupdate.com – Yogi Pratama (26) nelayan asal Sungsang, Kabupaten Banyuasin yang sempat kritis usai terkena tembakan saat mencari ikan di Laut Birik pesisir utara Sumsel, masih dalam perawatan intensif di RS Islam Ar Rasyid Palembang, Minggu (13/7/2025).

‎‎Seperti diketahui, Yogi terkena tembakan saat kapal yang dibawanya melaut diserang oleh kapal sejenis patroli dari jarak sedang pada Sabtu, 12 Juli 2025 sekitar pukul 13.00 WIB.

Read More

‎‎Dalam kondisi kritis usai dievakuasi dari atas kapalnya, Yogi dirujuk ke RSi Ar Rasyid Palembang pada malam harinya, lantaran luka tembak yang dialami di bagian lehernya, semakin parah.

‎‎Salah satu keluarga korban yang ikut mengantarkan Yogi ke RSi Ar Rasyid menyebut saudaranya itu menjalani tindakan operasi pada dini hari.

Baca Juga: Kapal Ditembaki, Nelayan di Sungsang Banyuasin Kritis Tertembus Peluru

Baca Juga: Dua Perompak Kapal Nelayan di Laut Pulau Nangka Diringkus

‎‎”Saat ditunjukan ternyata peluru karet, tapi karena kena tenggorokan jadi kami khawatir,” ucap Marlina saudara korban.

Kondisi Yogi Pratama, nelayan asal Sungsang, Kabupaten Banyuasin yang sempat kritis usai terkena tembakan saat masih dalam perawatan intensif di RS Islam Ar Rasyid Palembang, Minggu (13/7/2025). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

‎‎Saat ini disebut Yogi tengah dalam kondisi pemulihan dan belum dapat diajak bercerita.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Yogi Pratama diduga mengalami serangan oleh kapal berwarna abu-abu hitam saat melaut di perairan laut Birik sekitar Perairan Sungai Sembilang, Kabupaten Banyuasin berbatasan dengan Kabupaten Tanjung Jabung Timur Jambi pada Sabtu (12/7/2025) sekitar pukul 13.00 WIB.

‎‎Di mana kapal milik korban ditembaki oleh kapal berwarna abu-abu hitam yang diduga milik aparat, namun belum terkonfirmasi lantaran jarak kapal korban dengan kapal pelaku, kurang lebih 500 meter.

‎‎Dalam video yang diterima Sumselupdate.com tak hanya kapal yang ditumpangi korban, saat kejadian ada dua kapal nelayan lainnya yang berada di TKP.

‎‎”Informasinya nelayan pakai alat tangkap terlarang,” kata narasumber yang enggan disebutkan namanya.

Kapolres Banyuasin AKBP Ruri Prastowo Sik melalui Kasat Reskrim AKP Teguh Prasetyo ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. ‎”Iya benar,” singkatnya.

‎‎Informasi lain yang diterima saat kapal yang ditumpangi korban bersama dengan 3 ABK lainnya bergerak di TKP.

‎‎Berpapasan dengan kapal loreng berwarna abu abu hitam, di mana sesaat kemudian kapal loreng tersebut berbalik arah menuju kapal korban dengan nama lambung ‘Askal’.

‎‎Para nelayan yang ketakutan mencoba menjauh dari kapal loreng tersebut yang tak lama disusul suara tembakan yang berasal dari kapal tersebut.

‎‎Salah satu tembakan itulah yang kemudian mengenai leher Yogi yang membuat dirinya seketika terkapar di atas kapalnya.

‎‎Melihat Yogi terkapar, para nelayan lainya segera menghubungi speed boat untuk segera menjemput korban.

(**)

‎‎

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts