Laporan: A Putra
Lahat, Sumselupdate.com – Pelaku usaha penggilingan padi, yang menggunakan solar untuk bahan bakar mesin, ingin agar kuota solar di Kabupaten Lahat ditambah.
Dikatakan Kusmala pelaku usaha penggilingan padi di Kecamatan Lahat Selatan Kabupaten Lahat, pihaknya meminta agar solar untuk kebutuhan warga Lahat dapat ditambah lagi.
“Saat ini solar susah didapat, terutama di SPBU, karena ketersediaan solar dibatasi. Kami harus antri, pernah antri dari siang pukul 13:00 WIB hingga sore, pernah juga malamnya baru dapat, itu untuk mendapatkan solar untuk usaha kami, susah sekali,” kata dia, Jumat (06/05/2022).
Mala mengaku, susahnya mendapat solar itu, mengharuskan mereka membeli solar yang dijual di eceran dengan harga tinggi.
“Harga solar Rp8.000 kalau belu eceran, itu sama saja dengan harga satu kilo beras, kalau kami jual seharga Rp8.000 juga. Jadi untuk sehari saja, bisa habis 50 liter solar, sedangkan kalau beli eceran cukup mahal, itu begitu menyulitkan kami selalu pelaku usaha yang menggunakan solar,” ujar dia.
Sementara itu, Syaifullah Afrianto Kabag SDA Setda Pemkab Lahat menuturkan, bahwa memang kuota solar untuk Kabupaten Lahat dikurangi pada tahun 2022 ini.
“Pada tahun 2021, Kabupaten Lahat mendapat kuota 20 ribu kiloliter, masih terdapat antrian, sedangkan tahun 2022 ini, kuota solar dikurangi menjadi 15 ribu kiloliter. Kami akan melakukan koordinasi keada pertamina, untuk menambah kuota solar itu, agar tidak terjadi kelangkaan yang berlebihan,” pungkasnya. (**)











