Sekayu, Sumselupdate.com – Kasus pembunuhan sadis yang menimpa Rozali Bin Zainal, (25), warga belakang SD Negeri 5 Sekayu, Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), masih menyimpan misteri.
Namun diduga kuat pelaku yang menghabisi korban yang sehari-hari bekerja membantu pedagang di Pasar Pagi Sekayu, Muba ini, musuh lama korban.
Sutanto, paman korban ketika ditemui di rumah duka di belakang SD negeri 5 Sekayu, Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, Muba, mengungkapkan jika keponakannya memang memiliki musuh.
‘’Memang ada musuh, tetapi kejadian tersebut sudah setahun yang lalu, kami hanya berharap agar pelaku cepat ditangkap dan diusut secara tuntas,’’ ujar Sutanto.
Kapolres Muba, AKBP Julian Muntaha melalui Kasat Reskrim, AKP Novi Edyanto, SIk, SH, menjelaskan, pihaknya sudah melakukan oleh TKP.
‘’Kita masih melakukan olah TKP dahulu, apalagi saksi-saksi tidak ada, keluarga korban juga lagi berduka. Pastinya, saat ditemukan kondisi korban sudah meninggal dengan luka sebanyak 13 sabetan senjata tajam,’’ jelasnya.
Menurut dia, hingga kini belum diketahui motif dan pelaku pembunuhan yang tergolong sangat sadis tersebut.
Sementara itu, pantauan Sumselupdate.com di rumah duka jenazah korban siap-siap untuk dimandikan.
Diberitakan sebelumnya, Rozali Bin Zainal ditemukan sudah bersimbah darah di area Pasar Pagi Sekayu, Muba yang terletak di pinggir jalan Kapten A. Rivai, Pasar Jawa Kelurahan Balai Agung, Sekayu, tewas dibunuh secara sadis, Jumat (18/11/2016), sekitar pukul 23.00.
Korban tewas bersimbah darah di area Pasar Pagi Sekayu dengan luka 13 sabetan senjata tajam di sekujur tubuhnya. Namun yang membuat nyawa korban melayang akibat leher bagian kanan mengalami luka menganga dan ada luka bacok di bagian kening. (est)











