Pelaku Dugaan Penganiayaan Siswa SD di Palembang Diamankan, Ternyata Profesinya Bukan Dosen

Pelaku dugaan penganiayaan siswa SD berinisial J saat diamankan petugas tim PPA Polrestabes Palembang, Senin (17/5/2021) sore.

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Belum sampai 24 jam dilaporkan, pelaku dugaan penganiayaan siswa Sekolah Dasar (SD) berinisial FD (12), warga Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil Kota Palembang, berhasil diamankan tim PPA Polrestabes Palembang.

Bacaan Lainnya

Pelaku yang berinisial J diamankan petugas di kediamannya yang terletak di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kecamatan Bukit Kecil Palembang, Senin (17/5/2021) sekitar pukul 16.30 WIB.

Menggunakan baju kemeja berwarna putih dan raut wajah malu, pelaku digiring petugas ke Ruang Riksa PPA Polrestabes Palembang.

“Benar pelaku sudah kita amankan sore tadi, sekitar pukul 16.30 WIB. Hingga kini sedang diambil keterangan oleh petugas terkait aksi dugaan penganiayaan yang dilakukannya,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi.

Menurut Kompol Tri Wahyudi, pelaku J saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penganiayaan.

Dari hasil pemeriksaan, ternyata J profesinya buka seorang dosen, akan tetapi menjabat sebagai Tata Usaha (TU) Bagian Umum di salah satu universitas swasta di Kota Palembang.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi.

Untuk motifnya sendiri, menurut Tri Wahyudi, pelaku kesal terhadap korban dan menduga jika FD yang melakuka pelemparan rumahnya.

Ia menceritakan, saat itu pelaku hendak keluar rumah dan mendengar suara lemparan ke arah rumahnya.

Di saat bersamaan, pelaku melihat korban sedang berada tak jauh dari rumahnya. Tak pelak, pelaku menyangka korban yang melempar rumahnya dengan batu.

Emosi yang memuncak membuat pelaku naik pitam hingga pelaku mengejar bocah SD tersebut dan melakukan dugaan penganiayaan.

Atas ulahnya, pelaku terancam atas pasal 76c Jo pasal 80, Undang-Undang No 35 tahun 2018 tentang penganiayan anak di bawah umur dengan ancaman kurungan tiga tahun penjara.

Sementara itu, tersangka saat ditemui di Ruang Riksa PPA Polrestabes Palembang enggan berkomentar dan diam seribu bahasa.

Sebelumnya, Seorang siswa salah satu SD di Palembang diduga dianiaya pria dewasa. Aksi dugaan penganiayaan ini viral di media sosial Instagram.

Lina (35), ibu kandung bocah tersebut mengatakan, hingga kini anaknya masih alami trauma mendalam.

Kasihan Pak anak aku, leher dan kaki sakit pas sudah kejadian, trauma nian dio sampe sekarang liat budak besak be langsung takut kalu sekarang,” ujar Leni saat ditemui di tempat pengacaranya, Senin (17/5/2021).

Diceritakan Leni, kronologi kejadian itu berawal saat anaknya bermain bersama di salah satu sekolahnya yang berada di Jalan KH A Dahlan Kecamatan Bukit Kecil, Sabtu (14/5/2021) pukul 14.00 WIB.

“Teman-temannya ini melempar batu ke arah rumah pelaku (J). Saat dicek pelaku di TKP, anak saya yang dituduh sementara temannya yang melakukan itu sudah berlari,” katanya.

“Kemudian anak saya dipukul dan dilempar pakek batu,” tambah Leni.

Dikatakannya, perlakuan ini bukan sekali ini dilakukan oleh J. Anak ketiga dari Lina juga mendapatkan perlakuan yang lebih parah yakni dipukul menggunakan kayu di kepalanya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.