Martapura, Sumselupdate.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Kabupaten OKU Timur menggelar safari Ramadhan di Pondok Pesantren (Ponpes) Mariyam Muraith, Jumat (1/6/2018).
Safari Ramadhan ini dalam bentuk acara buka bersama sekaligus menyantuni anak yatim, piatu, fakir miskin serta kaum dhuafa.
Dalam kegiatan yang diselingi tausyiah Ramadhan oleh Ustad Nur Wahid Dari Tumi Jaya tersebut, Ketua DPD KNPI OKU Timur, Fenus Antonius menyerahkan santunan berupa kain sarung dan uang.
Pada kesempatan tersebut, Fenus Antonius berharap bantuan tersebut bisa membantu dan meringankan beban anak-anak yatim tersebut.
“Ini sudah menjadi agenda rutin selama bulan Ramadhan berbagi kebahagiaan bersama anak yatim piatu, karena harta yang kita punya sebagian milik anak yatim piatu, ” imbuhnya.
Dijelaskannya, anak-anak yatim piatu yang ikut dalam acara buka puasa kali ini berasal dari Panti Asuhan Paria Muraid di Desa Kota Baru.
Hal ini ditujukan, sebagai implementasi kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
“Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 60 peserta anak yatim piatu dan ibu-ibu Jamaah Nurul Islam, guna memeriahkan kegiatann safari Ramadhan,” ujarnya.
Menurut Fenus yang juga ketua Perbakin OKU Timur, sebagai sebuah organisasi, KNPI berkewajiban untuk selalu peduli dengan seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.
Oleh karena itu di bulan puasa ini kegiatan berbagi dengan yatim piatu dan kaum dhuafa, sebagai salah satu bentuk kepedulian tersebut.
“Selain itu, kegiatan hari ini merupakan ajang menjalin silaturahmi dengan berbagai lapisan masyarakat. Dengan selalu menjalin silaturahmi, maka akan tercipta komunikasi yang baik antara masyarakat dengan KNPI. Tentunya ini baik sekali untuk bertukar pikiran dan menyampaikan informasi terkait pembangunan, dan berbagai hal yang ada di daerah ini,” ujarnya.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Mariyam Muraith, KH Umar Habibi menjelaskan, dengan kegiatan Safari Ramadhan ini diharapkan akan terjalin hubungan yang baik antara masyarakat dengan tokoh-tokoh muda di OKU Timur.
“Banyak orang kaya, orang hebat, tapi yang perduli dengan anak yatim itu sedikit. Saya tidak pernah minta-minta untuk membiayai kehidupan anak yatim yang ada di ponpes ini, tapi kita harus bersyukur karena masih ada yang peduli. Seperti Pak Fenus yang selalu berusaha berbagi dengan sesama,” pungkasnya. (mat)











