Palembang, Sumselupdate.com – Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumatera Selatan memastikan tidak ada hewan kurban yang sakit, ketika dibawa ke Rumah Pemotong Hewan (RPH) ataupun masjid yang akan melaksanakan Hari Raya Kurban pada 20 Juli 2021.
Ketua PDHI Sumsel, Jafrizal menuturkan, setelah melakukan pemeriksaan hewan di seluruh wilayah Sumsel dengan mendatangi peternak satu persatu untuk memastikan hewan kurban.
“Seperti hari ini, kami memeriksa 17 ekor sapi dan semuanya sehat dan memenuhi standar hingga standar MUI untuk dijadikan hewan kurban,” katanya
Walaupun begitu, dari hasil door to door ke peternakan dan penjual, pihaknya sempat menemukan sekitar 60 persen kambing dan sapi 7,9 persen yang tidak memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban.
“Kami menemukan kebanyakan di Palembang untuk Kambing yang paling banyak,” ujarnya
Selain itu, PDHI juga memastikan kesehatan hewan kurban tidak membawa penyakit ke manusia. Jafrizal menjelaskan ada beberapa jenis penyakit hewan kurban yang diantisipasi adalah, Cacing hati, Antaraks, Salmonella, Leptospirosis, Brucellosis, dan lainnya.
“Untuk hewan kurban biasanya mereka melakukan pemeriksaan Antemortem dan postmortem,” jelasnya
Dirinya menyarankan para petugas pemotong hewan kurban dapat mengecek seusai melakukan pemotongan, karena organ vital tubuh hewan mengalami kerusakan dan itu harus dibuang.
“Kalau sakit mudah teridentifikasi melalui hati dan paru-paru. Seperti hati akan bengkak membulat atau berubah warna menjadi lebih hitam sedangkan paru menjadi abu-abu,” jelasnya. (Ron)











