PBB Ungkap 350 Ribu Orang Kelaparan Akibat Konflik di Ethiopia

Ilustrasi

Tigray, Sumselupdate.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan lebih dari 350 ribu orang di wilayah Tigray yang dilanda konflik di Ethiopia mengalami kelaparan yang mengerikan. Situasi ini diperkirakan akan memburuh hingga September mendatang.

“Ada kelaparan di Ethiopia sekarang,” kata kepala bantuan PBB, Mark Lowcock seperti dikutip dari detikcom yang melansir CNN, Jumat (11/6/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut sistem Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC) global, yang mengevaluasi kerawanan pangan dan malnutrisi di seluruh dunia, sebagian besar wilayah Tigray saat ini berada dalam status “IPC 5 Catastrophe”. Status ini artinya peringkat paling parah.

Pada Mei 2021, total 5,5 juta orang di Tigray, Amhara dan Afar yang lebih dari setengah populasi menghadapi ‘tingkat kerawanan pangan akut yang tinggi, dengan 353.000 menghadapi tingkat bencana. Laporan itu mengatakan Situasi ini diperkirakan akan memburuk hingga September.

Penyebab utama dari situasi pangan yang putus asa di Tigray karena konflik. Laporan itu mengungkapkan “Krisis parah ini dihasilkan dari efek konflik yang berjenjang, termasuk perpindahan penduduk, pembatasan pergerakan, akses kemanusiaan yang terbatas, hilangnya panen dan mata pencaharian, dan disfungsional atau pasar yang tidak ada,”.

Bulan lalu pasukan Eritrea berkoordinasi dengan pasukan Ethiopia untuk memotong rute bantuan. Pada saat itu tentara Eritrea, beberapa menyamar dalam seragam militer Ethiopia tua dan memblokir bantuan untuk populasi kelaparan.

Badan-badan PBB mengatakan mereka sangat prihatin dengan risiko kelaparan yang meluas di Tigray, jika konflik meningkat, dan bantuan kemanusiaan terhambat secara signifikan.

Dalam sebuah tweet setelah rilis laporan, Lowcock menyerukan pendanaan mendesak dan akses tanpa hambatan untuk pengiriman bantuan.

Pada hari Kamis waktu setempat, Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield meminta Dewan Keamanan PBB untuk bertemu secara terbuka di wilayah Tigray dan menuntut jawaban dari pemerintah Ethiopia.

“Kita tidak bisa membiarkan Ethiopia kelaparan. Kita harus bertindak sekarang,” katanya.

Pertempuran antara pasukan pemerintah Ethiopia dan mantan partai yang berkuasa di kawasan itu, Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), pecah pada November 2020. Pasukan dari negara tetangga Eritrea belakangan bergabung dalam konflik untuk mendukung pemerintah Ethiopia.

Pemerintah Ethiopia telah membantah ada kekurangan pangan yang parah di negara itu. (adm3/dtc)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.