3 Mati Kelaparan, Warga Maluku Makan dari Alam untuk Bertahan

Kamis, 26 Juli 2018

Maluku, sumselupdate.com – 3 Warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) suku Mause Ane, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku meninggal dunia karena kelaparan.

Mereka menjadi korban bencana kelaparan karena beberapa penyakit. Mereka selama ini bertahan hidup dengan makanan dan minum dari alam.

Read More

“Meraka (suku Mause Ane) mengalami muntaber, karena dia (suku Mause Ane) mungkin minum air yang tidak layak dikonsumsi dan kalau makan, menurut pengakuan meraka, makan yang dari alam untuk bertahan hidup. Jadi selama ini bertahan hidup seperti itu,” kata Kapendam XVI/Pattimura, Kolonel Arm Sarkistan Sihaloho, Kamis (26/7/2018) dilansir dari detikcom.

Kapendam XVI/ Pattimura menjelaskan, menurut masyarakat di sana selama ini kehidupan mereka di hutan seperti itu.

“Mereka kehabisan bahan makanan karena a hama babi dan tikus. Mungkin yang biasa mereka makan jenis umbi-umbian, sekarang habis, sehingga mereka tidak bisa berpindah lagi. Kita dengar juga beberapa tahun pernah dihimbau untuk turun, meraka tinggalkan lagi,” ujarnya.

Selain bantuan bahan makanan dan obat-obatan, TNI juga mengirim tim medis dan dokter untuk mengobati suku terpencil yang terkena penyakit muntaber dan gatal-gatal. Satu unit mobil ambulance stand by di lokasi penjemputan. Untuk sementara ini posko telah didirikan untuk pengobatan kesehatan dan bantuan makanan.

Perlu diketahui suku Mause Ane menempati 3 daerah dengan jumlah 170 jiwa dan 45 kepala keluarga. Tiap daerah berjarak tempuh satu sampai dua hari, dengan berjalan kaki. Pihak TNI hingga kini belum menyatakan ada 3 warga suka mause ane yang meninggal akibat kelaparan.

“Kita belum dengar ada busung lapar karena kita juga taulah kondisi. Di samping adat dan tradisi kita di sini belum pernah kejadian busung lapar. Makanya kita memastikan dulu dan kemarin saya tidak ada sampaikan bahwa ada terjadinya bahaya busung lapar informasinya dan didengar seperti itu belum bisa dipastikan,” ujarnya. (adm3/dtc)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts