Laporan: Haris Widodo
Palembang, Sumselupdate.com – Pasca tewasnya Abdul Hafis (43) akibat ditikam rekannya sendiri saat kalah bermain judi membuat tempat mereka berkumpul atau Lorong Fajar Kelurahan Kuto Batu Kecamatan Ilir Timur 2 Palembang menjadi sepi.
Dari Pantauan Sumselupdate.com, Selasa (25/1/2022) pagi terlihat susana tenang sunyi terlihat di TKP tempat tewasnya korban Abdul Hafis. Hal ini juga disambut baik oleh warga sekitar dikarenakan sebelum kejadian tersebut mereka sering kali membuat warga sekitar resah.
“Alhamdulilah sepi sunyi. Tenang kami pacak tedok nyenyak. Biasonyo kadang mereka bejudi, minum sampe pagi yang membuat kami merasa terganggu,” ujar Sopian (50) warga sekitar yang tinggal tak jauh dari TKP.
Dari keterangannya kebiasaan buruk yang mereka lakukan bukanlah cerminan warga Lorong Fajar yang biasanya tahu sopan santun antar tetangga. Menjaga tata krama.

“Baik pelaku dan korban bukanlah warga Lorong Fajar melainkan warga datangan yang selalu berbuat onar. Hanya Abdul Hafis yang dulu pernah tinggal di Lorong Fajar ketika dirinya kecil,” katanya.
Sopian tak menyangka perubahan sifat yang dilakukan korban, yang mana dia kenal sebagai ahli ibadah.
Diketahui dari korban juga meninggalkan istri dan dua orang anak yang sudah beranjak dewasa.
Seperti diberitakan sebelumnya,
warga Lorong Fajar, Kelurahan Kuto Batu, Kecamatan Ilir Timur II Palembang menemukan jasad Abdul Hafis tergeletak berlumuran darah.
Korban diduga kuat ditikam oleh rekannya sendiri berinisial D lantaran Abdul Hafis menolak saat dimintai uang karena pelaku kalah berjudi.
“Korban itu menang judi, karena kalah pelaku meminta uang Rp50 ribu. Namun oleh korban tidak diberi. Karena tak diberi pelaku menikam korban hingga korban meninggal dunia,” kata Nuraini (40), salah seorang warga saat ditemui di tempat kejadian perkara, Minggu (23/1/2022).
Ia mengatakan peristiwa berdarah itu terjadi sejak pukul 17.00 WIB. Di mana sebelum ditemukan meregang nyawa, korban sempat berteriak meminta tolong dengan warga.
Karena melihat pelaku masih berada di dekat korban sambil memegang pisau, warga takut mendekat.
“Warga sempat ingin menolog korban tapi posisinya pelaku masih memegang pisau, bahkan pelaku bilang tidak membolehkan maka warga mendekat, jadi tak berani menolongnya,” jelasnya.
Melihat pelaku melarikan diri, barulah warga menelepon pihak berwajib. (**)
(**)











