Pagaralam, Sumselupdate.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort 2 Kabupaten Lahat melakukan pemasangan perangkap kandang dan kamera trap di beberapa titik tempat terjadinya penyerangan seorang warga Desa Pulau Panas, Kecamatan Pumi Kabupaten Lahat. Rabu (20/11/2019).
Penampakan hewan buas yang diduga harimau ini masuk ke kawasan perkebunan hingga dekat pemukiman warga, telah lama dilaporkan masyarakat.
Seperti kemunculannya di areal perkebunan warga di Kecamatan Lawang Agung, Kabupaten Lahat dan Empat Lawang.
Hingga terbaru muncul di kawasan objek wisata kebun teh Gunung Dempo yang berujung pada penyerangan pengunjung yang tengah berkemah di lokasi tersebut.
Paling tragis serangan hewan buas ini menyebabkan Kuswanto (48), warga Dusun Pulu, Panas, Kecamatan Tanjung Sakti PUMI, Kabupaten Lahat meregang nyawa lantaran diterkam dan digigit di bagian leher.
Korban diterkam harimau saat sedang beraktifitas di kebunnya. Parahnya, pada malam harinya hewan ternak warga ikut dimangsa oleh hewan buas tersebut.
Berangkat dari persoalan tersebut, BKSDA bersama tim melakukan pemasangan perangkap kandang di dua titik, yakni di lokasi korban dan di tempat hewan ternak warga yang sempat dimangsa oleh harimau Sumatera.
Kemudian, Tim BKSD juga memasang kamera trap di lima titik yang terindikasi dilalui Harimau tersebut.
Kepala Seksi 2 Resort Lahat Puspito menjelaskan, pihaknya bersama TNI dan Polri serta tim dari Zoological Society of London (ZSL) bersama sama melakukan konservasi ke lokasi adanya harimau menyerang warga Desa Pulau Panas, Kecamatan Pumi, Kabupaten Lahat.
“Kita bersama tim memantau serta memetakan di mana saja jalur perlintasan harimau Sumatera ini, yang nantinya kita harapkan hewan buas yang hampir punah ini dapat diselamatkan,” kata pria yang kerap disapa Bang Tito.
Tito mengatakan, tim BKSDA menerjunkan 11 anggota polhut. Adapun perlengkapan yang dibawa perangkap kandang, tembakan bius serta dibantu dari ZSL untuk kamera trap di lima titik.
“Untuk harimau Sumatera yang berada di desa pulau panas bukanlah harimau dari Tugu Rimau Pagaralam setelah kita lihat rentan waktu dan jarak berdasarkan info kita dapat. Pastinya, timbulnya hewan buas tersebut diakibatkan oleh habitatnya atau teritorial wilayah mereka terganggu,” jelas Tito. (ric)











